Beranda Humas Kutim Seminar GOW Kutim – Peran Orangtua Era Milenial, Harus Adaptasi Zaman Digital

Seminar GOW Kutim – Peran Orangtua Era Milenial, Harus Adaptasi Zaman Digital

70 views
0

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lantas menggelar seminar bertema “Peran Orang Tua dalam Era Milenial“, Kamis (14/2/2019). (Foto: Rusli Humas)

SANGATTA – Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat tantangan yang dihadapi orangtua dalam mendidik anak semakin meningkat, terutama para ibu-ibu. Di era serba digital, orangtua dituntut tidak ketinggalan zaman. Orang tua harus selangkah lebih maju ketimbang anak-anak, sehingga mampu mengarahkan dan membimbing.

Apalagi perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi di dalam keluarga dan pekerjaan. Terlebih lagi pada generasi milenial yang hidup dan tumbuh dengan dunia digital. Kondisi ini menjadi tantangan sendiri, sehingga pola asuh dan bimbing tidak bisa seperti era-era sebelumnya.

Menjawab tantangan yang ada saat ini, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lantas menggelar seminar bertema “Peran Orang Tua dalam Era Milenial“, Kamis (14/2/2019). Di Rumah Jabatan Wakil Bupati Kutim. Seminar ini menghadirkan narasumber pisikolog yang berkompeten, Siti Latifah S.Psi.

“Seperti kita ketahui bahwa dari tahun ketahun selalu ada perubahan zaman. Jika tahun kemarin bisa dikatakan era millennium dan sekarang menjelang tahun 2020 dikatakan era milenial. Perkembangan semakin hebat, semakin canggih,” ucap Ketua GOW Kabupaten Kutim, Hj Tirah Satriani.

Dengan demikian sudah menjadi peranan orang tua untuk menjaga putra putri agar tidak menyimpang dari hal-hal yang tak baik. Tirah berharap materi yang disampaikan Siti Latifah dapat mengubah pola piker dan wawasan baru tentang bagaimana mendidik anak milenial di era digital saat ini.

Tirah menyebut, generasi milenial menjalani usia produktif dengan dukungan kemajuan terknologi informasi yang sangat pesat. Aktifitas yang banyak “tersita” di depan layar gadget membuat informasi yang diterima begitu cepat.

“Pilihan hidup seperti pendidikan, pekerjaan dan profesi serta life style banyak dipengaruhi oleh informasi yang beredar di dunia maya. Sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengarahkan para millenial. Karena semangat mereka tak dapat dibendung, melainkan menuntunnya agar tetap berada di jalan yang tepat dengan bimbingan yang tepat,” jelasnya.

Acara yang berlangsung tiga jam ini mampu memberikan atmosfer tentang bagaimana peran ibu di zaman yang serba modern ini. Antusiasme terlihat dari banyaknya kehadiran beberapa organisasi  kewanitaan yang ada di Kutim pada acara itu.

Dalam pemaparannya Siti Latifah, menjelaskan bahwa rata-rata setiap keluarga saat ini memiliki alat elektronik seperti TV serta  Handpone (HP) dan mungkin lebih dari satu HP. Berarti zaman ini disebut dengan zaman milenial dimana semua hal banyak berinteraksi dengan teknologi.

“Untuk itu peranan orang tua sangat dibutuhkan. Maka kita pernah belajar bahwa ajarilah anakmu, didiklah anakmu di zamannya. Artinya kita mendidik anak-anak bukan di zaman kita atau di zaman tahun 70-80-an. Jikapun dulu ada teknologi, namun tidak secanggih yang sekarang,” kata Latifah.

Maka dari itu dia berharap orang tua dapat membimbing anak dalam penggunaan gadget. Untuk mengurangi penggunaannya, sambung dia, sibukan anak dengan hal yang positif, dengan hal yang bermanfaat. Maka otomatis hal-hal negatif yang tidak bermanfaat akan mengecil. Kemudian sebagai orang tua, jadilah orang tua yang update. Sehingga tak sampai ketinggalan teknologi dibandingkan dengan anak.

“Karena jika tidak update, khawatir anak akan tidak lebih dekat dengan kita. Maka dia akan bertanya dengan orang diluar kita dan belum tentu mereka benar. Bisa jadi banyak yang salah pergaulan,” sebutnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar orang tua terus mencermati hal-hal yang positif, terutama yang bisa didapat dari gadget. Cermati hal-hal yang negatif dari gadget. menguatkan yang positif, meminimalkan yang negatif. Tetap jadi orang tua pembelajar yang mau belajar pengasuhan dan pendidik anak.

“Sebab kemajuan teknologi tidak dapat dihindari,” ucapnya. (hms11)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here