Beranda Entertainment Diskusi Publik Garapan PWI Kutim – Angkat Tema IKN dan Peran Media...

Diskusi Publik Garapan PWI Kutim – Angkat Tema IKN dan Peran Media Lokal

128 views
0

Momen kehangatan Diskusi Publik “IKN dan Peran Media Lokal” di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara. (Fuji Pro Kutim)

SANGATTA – Rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) hingga kini masih sexy untuk terus diperbincangkan. Oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Timur (Kutim), masalah IKN juga diangkat menjadi tema diskusi publik.

Masih untuk menyemarakkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 PWI, PWI Kutim yang baru berumur 3 tahun menggelar Diskusi Publik “IKN dan Peran Media Lokal”.

Kegiatan bertaraf nasional ini dibuka Bupati Kutim H Ismunandar, di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Selasa (3/3/2020). Menghadirkan pembicara nasional yakni Anggota DPR RI H Irwan, Wakil Ketua Dewan Pers Hendri CH Bangun serta Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi. Mengundang jajaran Pemkab Kutim, unsur FKPD, manajemen PT KPC, Royal Victoria, tokoh masyarakat, tokoh pemuda. Termasuk para wartawan kampus dari beberapa universitas di Sangatta.

Bupati Kutim H Ismunandar dalam paparan sekaligus membuka acara menyampaikan beberapa hal penting. Antara lain terkait IKN Kutim sebenarnya potensial lebih berkembang pesat dari sebelumnya.

“Kalau disebut Kutim sebagai penyangga IKN, jangankan menyangga, menampung (IKN) juga bisa,” kata Ismu dan disambut aplaus peserta diskusi.

Lantas apa saja yang disiapkan Kabupaten Kutim menyongsong pemindahan IKN? Ismu menyebut Kutim banyak memiliki potensi guna menunjang IKN dimasa datang. Mulai dari potensi sumber daya alam (SDA), potensi pariwisata hingga agribisnis sebagai sumber pangan.

“Dari ujung ke ujung kawasan Kutim punya semua (potensi). Punya (sumber daya) gunung, daratan hingga lautan,” sebut Bupati.

Belum lagi sejumlah objek vital nasional penyuplai penghasilan negara dan proyek nasional bidang perekonomian. Artinya eksistensi Kutim sudah selayaknya diperhitungkan sebagai “Jantungnya Indonesia”. Sebab menurut Ismu, hasil kajian dari beberapa organisasi independen dunia, IKN lebih ideal jika ditempatkan di Teluk Sangkulirang. Namun demikian, dia menyebut sesuatu yang sudah diputuskan oleh Presiden tentu sudah melalui kajian yang konferhensif.

Selanjutnya mengenai peran media lokal, Ismu berpesan, media lokal harus lebih berkualitas yang memiliki jurnalis berkompetensi.

Sebelumnya, Ketua PWI Kutim Joni Sapan menjelaskan, peringatan HPN di Kutim bukan hanya melaksanakan “Dialog Publik” ini saja. PWI Kutai Timur berusaha maksimal untuk melakukan lomba karya tulis antar pelajar yang sudah berlangsung. 

“Walaupun tulisan yang disampaikan kepada panitia masih berupa tulisan sederhana dan belum mengarah pada karya jurnalistik, setidaknya sudah membuat sebagian pelajar menorehkan pemikiran dalam karya tulis. Selain itu, kami juga akan menggelar jalan sehat bersama dengan masyarakat dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Dialog Publik ini mengambil tema “ Ibu Kota Negara (IKN) dan Peran Media Lokal. Tema ini menurut Joni masih cukup relevan. Karena Provinsi Kaltim sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai IKN pada 2019 lalu. Untuk itu dia berharap rekan-rekan pers di Kaltim ikut berperan aktif dalam membangun Kaltim sebagai IKN. 

“Kutai Timur sendiri sebagai salah satu daerah penyangga, juga tidak kalah pentingnya dalam berperan aktif menyongsong dipindahkannya IKN dari Jakarta ke Kaltim,” sebutnya.

Melalui ”Dialog Publik” ini, diharapkan semua pihak juga ikut urun rembug menyambut Kaltim sebagai IKN dan bagaimana media berperan dalam mewujudkan IKN tersebut. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here