Beranda Celebrity News Sempat Reaktif Rapid Test – Lega, Hasil Swab Dokter Okta Negatif

Sempat Reaktif Rapid Test – Lega, Hasil Swab Dokter Okta Negatif

739 views
0

dr Oktavianus SpOG. (Ist)

SANGATTA – Sosok dr Oktavianus SpOG di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sempat jadi perbincangan pasca rapid test, dengan hasil reaktif. Dokter Rumah Sakit Umum Meloy inipun langsung memutuskan isolasi mandiri. Selain untuk keamanan diri sendiri juga demi menjaga kredibilitas rumah sakit. Namun setelah dilakukan swab test atau PCR, Jumat (8/5/2020) malam, hasilnya dokter yang praktik di tiga rumah sakit di Sangatta ini dinyatakan negatif.

“Sebelumnya Pak dr Okta sempat mendapat hasil reaktif dari rapid test. Tapi hasilnya sudah keluar. Dari swab test hasilnya negatif,” ungkap Kepala Dinkes Kutim, dr Bahrani Hasanal, belum lama ini.

Terpisah, dr Okta (sapaan akrab dr Oktavianus) didampingi istri dan keluarga , juga memberi klarifikasi pada awak media. Bahwa, hasil swab yang sangat dinantikannya ternyata negatif.

“Jadi kalau selama ini, ada pemberitaan bahwa saya positif (virus) Corona, itu tidak benar. Sebab hasil pemeriksaan PCR atau swab saya menunjukkan hasil negatif COVID-19. Artinya saya belum pernah terinfeksi COVID-19,” tutur Okta.

Dikatakan sembuh pun, menurutnya salah arti. Karena tes PCR yang dijalani langsung memberi hasil negatif. Berbeda halnya jika sebelumnya pernah positif, lalu dites lagi, kemudian hasil negatif. Sehingga dinyatakan sembuh dari COVID-19.

“Nah, ini pemeriksaan PCR terhadap saya yang pertama dan kedua hasilnya negatif COVID-19,” tegas Okta.

Dia membeberkan, bahwa rapid test itu tingkat akurasinya hanya 30 persen, bahkan ada yang mengatakan 15 persen. Karena, hanya dengan virus flu influenza atau virus-virus lainnya, juga bisa membuat hasil reaktif pada rapid test. Perlu diluruskan, bahwa rapid test itu berarti seseorang hanya dapat dinyatakan reaktif, bukan positif. 

:Sementara saya, dari tes PCR atau swab test, hasilnya negatif COVID-19,” ungkap Okta.

Dirinya juga menyampaikan, kepada para pasien yang pernah datang ke praktik dr Okta di rumah sakit agar tenang dan tak cemas. Dia juga meminta masyarakat untuk mendoakan dan mendukung para petugas medis, agar bisa bekerja di garda terdepan dalam melayani kesehatan masyarakat. Masyarakat jangan mudah menyimpulkan buruk atas suatu hasil reaktif rapid test para petugas medis.

“Tolong didoakan supaya kami bisa bekerja yang terbaik dengan pelayanan terbaik. Semoga pandemi (COVID-19) ini segera berlalu,” harap dr Okta.

Terakhir dokter spesialis kandungan ini mengingatkan warga tentang bahaya COVID-19. Sebab penyakit ini tidak memandang usia dan jabatan. Tetapi bukan pula penyakit aib. Jadi kalau ada saudara yang hasil rapid test reaktif, masyarakat tak boleh langsung memyudutkan, apalagi sampai membuli. 

“Ingat saran pemerintah untuk jaga jarak, dan menjaga kesehatan. Dengan rajin mencuci tangan serta lebih baik dirumah saja,” katanya mengingatkan. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here