Suasana Bukit Pelangi Indah. (Foto Fuji Pro Kutim)

SANGATTA – Bukit Pelangi atau dulunya diperkenalkan oleh Bupati Kutim pertama H Awang Faroek Ishak sebagai Rainbow Hill sukses menyita perhatian masyarakat. Selain nama yang indah mengganti sebutan “Gunung Tim”¬†sebelumnya, Bukit Pelangi saat ini telah menjelma sebagai satu destinasi berbagai aktivitas sosial warga. Tak hanya pegawai pemerintah yang bekerja, ibadah, jadi arena olahraga, tapi Bukit Pelangi juga bermetamorfosis sebagai destinasi bermain dan tamasya keluarga.

Kalau selama hari kerja sejak pagi hingga sore kawasan ini aktif sebagai Pusat Perkantoran Pemkab Kutim, karena hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkantor di Bukit Pelangi, maka di lain waktu, lokasi yang bersih, hijau dan asri ini beralih fungsi dengan sendirinya. Sore hari biasanya para pengolah raga menyulap lintasan yang mengitari Lapangan Helipad sebagai jalur joging, jalan kaki atau bersepeda. Lintasan dengan panjang lebih dari satu kilometer itu ada diantara tiga gedung utama Pemkab Kutim, yakni Kantor Bupati, Kantor DPRD Kutim dan Gedung Serba Guna. Apabila kurang menantang, kawasan dengan luas lebih dari 60 hektare ini juga menyediakan jalur olahraga keren lainnya. Naik dan turunan jalur aspal yang mulus, dibingkai rindang pepohonan di kanan kiri di tepi jalan tentunya bakal memanjakan setiap pasang mata yang mengunjunginya. Pemkab Kutim juga menyediakan lokasi-lokasi khusus dengan fasilitas “Gym” gratis dan cabang olahraga lain.

Tak hanya sampai disitu, untuk anak-anak dan keluarga, bukan berarti tak bisa ikut bahagia. Menikmati indahnya panorama yang sudah dirawat hampir dua dekade lamanya. Pasalnya, di Bukit Pelangi juga tersedia arena bermain dengan kategori umur berbeda. Bahkan hampir di semua taman dengan nama benda-benda luar angkasa, menyediakan arena bermain dan ketangkasan aneka rupa. Semua arena memang sengaja dibuat guna menopang upaya terwujudnya predikat “Kabupaten Layak Anak”. Selain gratis, fasilitas dimaksud terbuka untuk umum 24 jam. Jadi silahkan pilih waktu yang tepat kapan mesti bertamasya. Tapi paling penting, jangan biarkan anak bermain tanpa pengawasan orang tua. Mau jajan juga gampang, dibeberapa taman bermain, pihak pengelola sudah menata pedagang kaki lima lebih rapi di dalam kios agar lebih nyaman saat berjualan.

Kawasan yang nampak indah dengan gedung megahnya inipun jadi sasaran para remaja untuk berkumpul berbagi canda tawa. Masyarakat yang tak mau jauh-jauh berlibur karena jarak, waktu dan biaya, biasanya memang memanfaatkan Bukit Pelangi untuk membahagiakan diri. Apalagi kalau bukan waktu tamasya bisa dipilih suka-suka tanpa mengeluarkan banyak biaya. Pagi hari di akhir pekan juga bisa olahraga, sore bisa menikmati senja dan malam hari duduk-duduk santai bersama keluarga. Di tengah luasnya lapangan dengan rumput hijaunya.

Jangan khawatir jika ingin menikmati Bukit Pelangi berlama-lama, khususnya saat sholat lima waktu tiba. Sebab, wisata tanpa biaya alias tak perlu beli tiket ini menyediakan pula tempat sholat lima waktu yang luar biasa. Komplek Islamic Center namanya. Berdiri kokoh Masjid Agung Al Faruq dengan kapasitas lebih dari 10 ribu jamaah. Apabila sedang berada disekitar tiga gedung utama Pemkab Kutim, maka kita tinggal berjalan kaki saja untuk sampai ke masjid, yang jika malam tiba akan bertabur cahaya. Untuk diketahui, Masjid Agung kerap menjadi lokasi syiar Islam. Mulai dari pendidikan Islam usia dini, penyelenggaraan MTQ, melepas dan menyambut jamaah haji, hingga kegiatan lain bernuansa Islami lainnya.

Kalau sudah tahu keindahannya, menikmati manfaatnya, sebagai masyarakat Kutim tentunya kita wajib menjaganya. Mulai dari yang paling sederhana, yakni membuang sampah pada tempatnya. Mengapa harus begitu? Sebab, hingga kini masih saja ada oknum warga yang membuang sampah seenaknya. Akhirnya malah membuat wajah Bukit Pelangi tak sedap dipandang mata. Ingat, Bukit Pelangi bukan milik satu orang saja, tapi semua warga yang sayang kepadanya. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here