Beranda Infrastruktur Soal Revisi Tata Ruang, Kutim Sudah Layangkan Surat Ke Gubernur Kaltim

Soal Revisi Tata Ruang, Kutim Sudah Layangkan Surat Ke Gubernur Kaltim

77 views
0

SANGATTA– Banyaknya masyarakat Kutai Timur (Kutim) yang sudah tinggal dan menetap lama di kawasan hutan memang menjadi permasalahan tersendiri. Tentunya hal ini juga sedikit banyaknya berkontribusi pada perlambatan pembangunan. Sehubungan hal itu, Pemkab Kutim memgusulkan revisi tata ruang daerah, agar persoalan tersebut dapat teratasi. 

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman mengatakan Pemerintah kabupaten (Pemkab) telah melayangkan surat yang diminta oleh Gubernur Kaltim. Surat dimaksud mendampingi surat Gubernur untuk merevisi tata ruang di Kalimantan Timur (Kaltim). 

“Rakor (Gugus Tugas Reforma Agraria/GTRA) ini erat kaitannya dengan persoalan kawasan hutan. Ini merupakan persoalan yang senfitif, karena di dalamnya banyak penduduk Kutim yang sudah beranak pinak. Juga kita kaitkan dengan Nawacita Presiden Jokowi, lebih mementingkan penduduk di dalamnya dari pada kepentingan-kepentingan pengusaha-pengusaha yang ingin berusaha,” terang Ardiansyah, diruang Meranti, Sekretariat Pemkab Kutim, Rabu (9/6/2021). 

Ardiansyah yang menjadi Ketua Tim Pelaksana Harian GTRA Kutim berharap rakor dilaksanakan bisa merekomendasi teknis terkait usaha-usaha pembebasan kawasan tersebut hingga nantinya bisa diselesaikan. Bukan sekedar rakor diatas meja, namun menghasilkan rekomendasi positif yang pada akhirnya dapat mendukung penataan aset daerah. 

“Kerena ada penduduk, ada lahan penduduk, ada akses yang bisa kita kerjakan. Misalnya, akses jalan antara Karangan dan Kaubun yang banyak sekali memotong wilayah kawasan. Kemudian yang tak kalah penting, masuk Muara Bengkal pasti masuk memotong kawasan HTI,” ungkap Ardiansyah.

Dijelaskan Ardiansyah, jalan tersebut masih merupakan kawasan HTI. Sehingga pemerintah dihadapkan pada regulasi yang menghambat eksekusi. Artinya pemerintah bukan tidak mau memperbaiki, tetapi karena masuk kawasan perusahaan.

“Besar harapan saya, (rakor GTRA) bukan hanya sekedar rakor diatas meja tetapi hasilnya bisa memberikan juknis (petunjuk teknks), agar bisa bergerak menyeleasiakan persoalan ini,” tandasnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here