Beranda Sosial & Kesehatan Pemudik Diingatkan Vaksin dan Disiplin Protokol Kesehatan – Kadinkes Kutim Harap Pandemi...

Pemudik Diingatkan Vaksin dan Disiplin Protokol Kesehatan – Kadinkes Kutim Harap Pandemi Jadi Endemi

45 views
0

Momen Kadinkes Kutim divaksin Covid-19. Foto: (Dok Pro Kutim)

SANGATTA- Status pandemi COVID-19 di Indonesia memang belum diubah menjadi endemi. Namun demikian Pemerintah Pusat secara resmi meniadakan larangan mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah. Tak ayal, tahun ini arus mudik pun semakin padat. Kebijakan dimaksud sangat wajar diambil apabila melihat tren penularan virus Corona asal Wuhan, Tiongkok, jauh menurun.

“Kebanyakan daerah di Indonesia kini berada pada PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) Level 2, termasuk Kutai Timur (Kutim),” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Bahrani, belum lama ini.

Status ini pun menciptakan beberapa kelonggaran. Seperti diperbolehkannya umat Islam melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid maupun di Lapangan. Jika sebelumnya hanya warga dengan vaksin booster yang tidak melalukan tes antigen dan tes PCR, kini dosis kedua pun tidak perlu lagi melakukan tes COVID-19. Menurut Bahrani, selama ini setiap libur panjang selalu terjadi peningkatan kasus. Tapi kini pemerintah lebih percaya diri untuk memperboleh masyarakat mudik tanpa aturan yang ketat. Namun Bahrani tetap menegaskan pantauan tiga pekan setelah Idul Fitri tetap menentukan.

“Kalau setelah lebaran kasusnya tetap (rendah) seperti sekarang. Maka (pandemi COVID-19) sudah mengarah ke endemi. Semoga ramalan ini benar,” harapnya mantan Direktur RSUD Kudungga Sangatta tersebut.

Apabila memang terjadi demikian, tentunya hal tersebut akan berdampak positif. Pemerintah akan terus melakukan pelonggaran kegiatan untuk masyarakat. Tetapi tetap tidak boleh lengah, dengan tetap membudayakan penggunaan masker dan cuci tangan demi kebersihan serta kesehatan. Apalagi keduanya merupakan kebiasaan yang baik untuk diteruskan. Artinya walaupun diberi kelonggaran, masyarakat tetap mesti menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Apalagi bagi yang baru disuntik (vaksinasi COVID-19) dosis pertama, harus segera di vaksin,” katanya mengingatkan.

Dia bersyukur, vaksinasi yang semakin masif sejauh ini ternyata berdampak pada penurunan kasus. Dengan kata lain imunitas masyarakat telah terbentuk. Untuk itu, pemerintah akan terus memaksimalkan program vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat. Demi mendorong percepatan perubahan status pandemi COVID-19 menjadi endemi. Seraya mengimbau, Bahrani menyebut vaksinasi COVID-19 menjadi penting karena selain melindungi diri, vaksin juga berfungsi melindungi orang lain.

“Apalagi sekarang mau mudik, menyambangi orang-orang tua yang rentan terhadap virus. Kalau anak muda yang terjangkit, mungkin bisa tidak terlihat efeknya. Berbeda dengan orang tua, pasti akan berefek panjang jika positif COVID-19,” sebut Bahrani.

Maka dari itu, menurut Bahrani vaksinasi menjadi satu solusi paling tepat untuk mencegah penularan COVID-19, selain disiplin protokol kesehatan. (*/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here