Beranda Kutai Timur Di Pelantikan DAD Kutim, Bupati Sebut Adat dan Budaya Komponen Penting Pariwisata

Di Pelantikan DAD Kutim, Bupati Sebut Adat dan Budaya Komponen Penting Pariwisata

217 views
0

Momen pelantikan 62 Pengurus DAD Kutim. (Foto Wahyu Yuli Prokutim)

SANGATTA- Pelantikan 62 pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kutai Timur (Kutim) periode 2022-2027 oleh Ketua DAD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Zainal Arifin berlangsung lancar di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Kawasan Pusat Perkantoran Pemkab Kutim di Bukit Pelangi, Kamis (21/7/2022). Acara ini turut dihadiri Bupati Kabupaten Kutim H Ardiansyah Sulaiman didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

Usai pelantikan, Ardiansyah mengatakan bidang pariwisata menjadi sektor yang mampu menyumbang devisa terbesar kedua bagi Republik Indonesia, setelah industri perkebunan kelapa sawit. Salah satu komponen pariwisata yaitu ada pada budaya adat dan ekowisata.

“Dengan terbentuknya DAD ini, saya merasa yakin bahwa komponen yang paling tinggi untuk memberikan kontribusi di bidang pariwisata adalah kegiatan adat dan budaya, “ ujarnya.

Untuk itu dirinya mengajak seluruh komponen masyarakat termasuk pengurus DAD Kutim yang baru saja di lantik, untuk ikut berperan aktif mengambil kesempatan melangkah ke depan. Demi memberikan kontribusi pembangunan kepada negara. Selain terus menumbuhkan kembangkan inovasi, kreasi serta adat budaya.

“Saya memberikan penghargaan, apresiasi sekaligus selamat kepada Dewan Adat Dayak yang hari ini di lantik. Semoga akan terus merapatkan barisan untuk menjadikan komponen ekonomi kerakyatan, daerah dan nasional, salah satunya dari pariwisata yang daya dukungnya berasal dari adat dan budaya,“ pungkasnya.

Sedikit dijelaska olehnya saat ini industri kelapa sawit menjadi penyumbang terbesar devisa Indonesia dan sudah berjalan hampir 10 tahun. Kutim menjadi salah satu daerah yang memiliki kebun sawit dengan Izin Usaha perkebunan (IUP) seluas 800 ribu hektare. Menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu daerah yang memiliki lahan perkebunan sawit terbesar di Pulau Kalimantan.

“Sehingga kita patut berbangga dan terus menjadikan ini sebagai salah satu komoditas, untuk terus menjalar. Tidak hanya secara agregat memberikan sumbangan ekonomi kepada negara, namun juga peningkatan perekonomian masyarakat Kutim,“ ujarnya di hadapan Ketua DPRD Kutim H Joni, Unsur Pimpinan Forkopimda serta undangan yang hadir.

Selain itu, lewat Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) menjadi salah satu wadah untuk memperjuangkan kontribusi yang bisa langsung diterima oleh daerah penghasil industri kelapa sawit, kecuali memalui dana bagi hasil.

Sebelumnya Ketua Panitia Kegiatan Siang Geah mengatakan, pengurus DAD Kutim yang dilantik sebanyak 62 orang. Dengan mempercayakan kembali pucuk pimpinan organisasi kepada ketua sebelumnya yakni Harpandi untuk memimpin organisasi hingga 2022-2027.

“Dalam proses pemilihan berjalan sangat demokratis. Karena melibatkan seluruh perwakilan suku Dayak yang ada. Kami sepakat mempercayakan kembali beliau (Harpandi), untuk kembali memimpin DAD sampai 2027,“ terangnya. (kopi6/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here