Beranda Kutai Timur Pantau Progres, Bupati Tinjau Pembangunan Pabrik Methanol di Bengalon

Pantau Progres, Bupati Tinjau Pembangunan Pabrik Methanol di Bengalon

680 views
0

Perkembangan : Bupati Kutim (tengah) menanyakan perkembangan pembangunan pabrik methanol pada pihak PT BCIP. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

BENGALON – Pabrik Coal to Methanol di Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur (Kutim), merupakan salah-satu dari 208 Proyek Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 yang tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Repubik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021.

Untuk sektor energi masuk dalam urutan ke-14 di atas gasifikasi batu bara di bawah Tanjung Enim, Provinsi Sumatera Selatan dan setingkat di atas pembangunan Green Diesel Bio Refinery Revamping RU IV Cilacap.

Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan pabrik methanol pertama di Asia Tenggara, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengunjungi lokasi yang digarap oleh PT Batuta Chemical Industri Park (BCIP) di Sekerat, Kecamatan Bengalon pada Sabtu (23/7/2022) lalu. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu pintu (DPM-PTSP) Teguh Budi Santoso.

Ardiansyah Sulaiman dan rombongan ditemui oleh perwakilan PT BCIP, dengan melihat secara dekat kemajuan pembangunan pabrik yang akan terbangun pada 2024 mendatang. Bupati dengan penuh keseriusan mengorek perihal-perihal penting terkait pabrik methanol, yang nantinya diharapkan mampu menyerap tenaga kerja hingga ribuan orang jumlahnya.

“Sementara ini kita hanya berusaha memberikan dorongan kepada PT BCIP, untuk melaksanakan percepatan pembangunan pabrik. Untuk segera mempercepat,” harap Bupati Kutim.

Area : Nampak saat Bupati Ardiansyah Sulaiman melihat dari dekat area pembangunan pabrik. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Sembari memandang area lokasi tempat pabrik akan berdiri nantinya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan pada pihak PT BCIP, bahwa dirinya menerima laporan pada 2021 lalu di November dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), bahwa masih belum tercatat progresnya.

“Sehingga laporan hasil investasi kita, belum maksimal. Untuk itu laporan perkembangan pembangunan pabrik methanol di Kutim dapat mendongkrak catatan laju investasi di daerah ini,” terang Bupati.

Perwakilan PT BCIP dihadapan Bupati dan Wakil Bupati, berjanji untuk segera melaksanakan pembangunan pabrik methanol tersebut. Pihaknya juga telah disentil oleh pimpinan di Jakarta, termasuk pula oleh pihak Kementerian. Evalusi dilakukan oleh PT BCIP, karena perihal tersebut dengan salah-satu cara yakni mengganti pihak kontraktor pembangunan pabrik. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here