Beranda Pemerintahan Dorong Program Smartcity dan Merdeka Sinyal – Ardiansyah Luncurkan Aplikasi Digital di...

Dorong Program Smartcity dan Merdeka Sinyal – Ardiansyah Luncurkan Aplikasi Digital di Desa Benua Baru Ilir

95 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman melakukan simulasi permohonan surat keterangan usaha pada saat peluncuran layanan aplikasi digital desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang. (Vian Pro Kutim)

SANGKULIRANG- Aplikasi Digital Desa Benua Baru Ilir Kecamatan Sangkulirang diluncurkan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, Senin (1/8/2022). Peluncuran aplikasi ini ditandai dengan simulasi pengisian surat menyurat pada anjungan digital desa. Hanya membutuhkan lima menit saja, surat bisa langsung dicetak. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. 

Program Digital Desa Benua Baru Ilir ini akan menjadi “pilot project” bagi seluruh desa di Kutim. Sejalan dengan program smartcity dan merdeka sinyal yang telah digagas Pemkab Kutim beberapa waktu lalu. 

“Berbagai terobosan sudah pernah coba diterapkan Pemkab Kutim agar birokrasi pelayanan bagi masyarakat bisa lebih mudah dan cepat. Diantara pembentukan kantor pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Kemudian saat ini terus dimatangkan konsep smart city dan juga merdeka sinyal,” terangnya. 

Bupati Ardiansyah menggunakan anjungan digital desa Benua Baru Ilir mencetak permohonan surat keterangan usaha. 

Ardiansyah berharap aplikasi ini  disosialisasikan secara masif. Agar masyarakat lebih memahami bagaimana cara menggunakannya. Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa tantangan terbesar dari program ini adalah daya dukung infrastruktur yang memadai. 

“Penguatan jaringan internet diberbagai wilayah terutama di kawasan yang ‘blankspot’ perlu dipetakan dengan baik. Sehingga semua bisa terjangkau,” ujarnya.

Selanjutnya Pemkab Kutim akan terus mematangkan program ini, berkoordinasi dengan beberapa lembaga. Diantara Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Kementerian Kominfo. 

Sebelumnya Kepala Desa Benua Baru Ilir Basri dalam laporannya menyatakan bahwa program ini sudah digagas sejak akhir 2020 lalu. Tapi baru bisa terlaksana saat ini. Dalam program ini, Desa Benua Baru Ilir bekerja sama dengan pihak swasta. Mulai dari perencanaan, pengelolaan, pelatihan sampai pemeliharaan yang menelan biaya Rp 70 juta rupiah. 

“Kami sudah melakukan uji coba selama tiga bulan dan berjalan baik. Dengan menggunakan ‘smartphone’, ada beberapa fitur yang bisa digunakan masyarakat. Pertama surat menyurat, berita desa, potensi desa, info grafis kependudukan elektronik pasar desa. Lewat program ini diharapkan pelayanan administrasi masyarakat lebih mudah, murah, tepat dan cepat,” jelasnya.

Dengan aplikasi digital desa ini, dokumentasi masyarakat dan desa bisa tersimpan dengan aman. Jika suatu waktu ada musibah dan dokumen masyarakat hilang atau rusak, data data tersebut bisa dengan mudah didapatkan kembali. (kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here