Beranda Keagamaan Pameran Sejarah Nabi di Masjid Agung Sangatta Ditutup, Sedot 7.500 Lebih Pengunjung

Pameran Sejarah Nabi di Masjid Agung Sangatta Ditutup, Sedot 7.500 Lebih Pengunjung

16 views
0

Antuasisme masyarakat menyaksikan pameran miniatur sejarah nabi di hari terakhir. Foto: Rusliansyah/Bella Pro Kutim

SANGATTA – Pameran Sejarah Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di pelataran Masjid Agung Al-Faroek Sangatta resmi berakhir pada Sabtu (22/11/2025). Acara penutupan yang meriah tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) Mulyono yang hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Ketua Penyelenggara sekaligus Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Fadliansyah, melaporkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap pameran ini sangat tinggi.

“Tercatat hingga hari ini, jumlah pengunjung yang datang mencapai 7.527 orang, dan pameran ini masih akan dibuka hingga malam nanti,” ujar Fadliansyah dalam laporannya.

Kegiatan ini tidak hanya menyajikan miniatur dan artefak sejarah Nabi, tetapi juga diperkaya dengan berbagai rangkaian acara pendukung yang edukatif dan kompetitif. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi lomba mewarnai, seminar tentang sejarah kebudayaan Islam di Kutim, lomba bercerita islami, serta lomba habsyi (seni musik islami) untuk tingkat junior dan senior.

Mulyono, mewakili Pemkab Kutim, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan pameran.

“Pameran edukatif ini sangat relevan dengan Visi Pemkab Kutim, yaitu memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya dalam sambutan.

Lebih lanjut, Mulyono menjelaskan bahwa kegiatan ini secara langsung mendukung beberapa misi pembangunan daerah.

“Pameran ini berfungsi sebagai ruang belajar yang memperkaya pengetahuan sejarah dan nilai moral keislaman bagi generasi muda, sekaligus upaya mengembangkan kebudayaan daerah, membentuk karakter masyarakat, serta memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan yang harmonis,” sebutnya.

Ditambahkan Mulyono, untuk memastikan manfaat pameran berkesinambungan, materi miniatur sejarah Nabi akan diserahkan kepada pihak Masjid Agung Al-Faroek agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang berkelanjutan. Selain itu, Disdikbud Kutim juga akan mengelola materi tersebut untuk keperluan media edukasi.

“Semoga materi pameran dapat terus dikembangkan sehingga lebih menarik dan mampu menjangkau lebih banyak pengunjung di tahun-tahun berikutnya. Rencananya, pada penyelenggaraan tahun depan, materi pameran akan diperkaya dengan penambahan tema mengenai sejarah perkembangan Islam di Kutim,” harap Mulyono saat menutup sambutannya.

Dengan berakhirnya agenda ini, Pemkab Kutim mempertegas komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukasi publik yang efektif dalam mendorong pembentukan generasi muda yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang mendalam. Pemkab berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan yang bernilai tambah bagi masyarakat Kutim.(kopi12/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini