Beranda Kutai Timur Jamda Kaltim 2025 di Kutim Usai, jadi Jejak Kebersamaan dan Pendidikan Karakter

Jamda Kaltim 2025 di Kutim Usai, jadi Jejak Kebersamaan dan Pendidikan Karakter

56 views
0

Jambore Daerah (Jamda) Kalimantan Timur (Kaltim) 2025. Foto: Vian Prokutim

SANGATTA – Embusan angin pagi di Stadion Kudungga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Minggu (30/11/2025), menjadi saksi berakhirnya helatan Jambore Daerah (Jamda) Kalimantan Timur (Kaltim) 2025. Selama empat hari, sejak 26 November, ratusan tenda yang berdiri rapat di Bumi Perkemahan Kudungga menjadi ruang pertemuan 368 Pramuka dari sembilan kwartir cabang se-Kaltim. Mereka datang membawa semangat CERIA, singkatan dari Cerdas, Enerjik, Rajin, Inspiratif, dan Asyik. Tema yang menjiwai seluruh rangkaian kegiatan tahun ini.

Penutupan Jamda berlangsung sederhana namun bernuansa haru. Deru tepuk tangan para peserta mengiringi pelepasan kartu tanda peserta dan penurunan bendera kegiatan. Sejumlah lomba yang digelar, mulai dari tari komando, kostum kreatif, paduan suara lagu nasional dan daerah, hingga pentas seni budaya, juga resmi diumumkan pemenangnya. Sorak-sorai yang memecah pagi berubah menjadi nyanyian yel-yel terakhir, menandai berakhirnya perkemahan yang oleh banyak peserta disebut sebagai “rumah kedua”.

Sejumlah tokoh hadir memberi warna pada upacara penutupan, di antaranya Komandan Lanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, unsur Forkopimda lainnya, para pengurus Kwarda Kaltim, serta Ketua Kwarcab Kutim, Asti Mazar Bulang.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, hadir menyampaikan apresiasi tulusnya. Di hadapan para peserta yang berdiri rapi dalam barisan, ia menegaskan bahwa jambore bukan sekadar agenda rutin organisasi.

“Jambore ini bukan sekadar kumpul-kumpul atau lomba,” ujarnya lantang.

Mereka belajar membangun karakter, belajar disiplin, tanggung jawab, dan mandiri. Belajar berteman dengan siapa saja tanpa memandang asal daerah. Itulah inti gerakan Pramuka, memperkuat persaudaraan. Mahyunadi menyebut kreativitas, kepedulian lingkungan, dan semangat kebangsaan yang terlihat selama kegiatan sebagai bekal yang tak ternilai bagi masa depan para peserta.

“Saya melihat langsung kreativitas dan energi positif dari adik-adik Pramuka. Rasa cinta lingkungan dan semangat kebangsaan yang tumbuh di sini adalah modal besar bagi masa depan mereka,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung. Termasuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bupati yang diwakilinya.

“Atas nama Pemerintah dan Kwarcab Kutim, kami mohon maaf apabila masih ada kekurangan dan keterbatasan selama penyelenggaraan. Semua itu akan menjadi pelajaran berharga bagi kami. Dan hal-hal baik yang kalian rasakan di sini, tolong sampaikan kepada seluruh teman-teman Pramuka di Kaltim,” tutupnya.

Ketua Panitia Jamda 2025, Purwita Pratama dari Kwarda Kaltim, dalam laporannya menekankan bahwa seluruh agenda berjalan aman dan penuh antusiasme. Ia mengatakan bahwa tema CERIA bukan hanya slogan, tetapi nilai yang benar-benar diterapkan dalam aktivitas peserta.

“Selama empat hari, peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga belajar hidup bersama, membangun kepedulian sosial, dan mengasah potensi diri. Kami ingin mereka pulang membawa pengalaman berharga yang menguatkan karakter,” ungkapnya.

Purwita juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan. Mulai dari para pembina, relawan, hingga jajaran Kwarcab Kutim yang menjaga atmosfer kemah tetap nyaman.

Dari barisan peserta, kisah yang paling menyentuh datang dari Nadira Putri, perwakilan Kwartir Cabang Penajam Paser Utara. Dia mengungkapkan bagaimana Jamda 2025 membentuk cara pandangnya.

“Saya datang dengan perasaan takut, takut tidak punya teman, takut tidak bisa mengikuti kegiatan. Tapi sejak hari pertama, saya justru merasa seperti menemukan keluarga baru. Saya belajar bangun lebih pagi dari biasanya, belajar menolong teman tanpa diminta, belajar tidak menyerah meski lelah. Rasanya, saya pulang sebagai orang yang berbeda, lebih kuat,” tutur Nadira. “Kalau ada jambore lagi, saya ingin datang lagi. Bukan untuk lombanya, tapi untuk merasakan lagi kebersamaan yang tidak bisa saya temukan di tempat lain,” katanya menutup kesan dengan harapan sederhana namun penuh makna.

Dari Kudungga, Jamda Kaltim 2025 mungkin telah usai. Namun jejak nilai-nilai yang dirajut selama empat hari, yakni persahabatan, disiplin, daya juang, dan keceriaan, akan terus melingkupi perjalanan para Pramuka muda ini kembali ke daerah masing-masing. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini