Momentum kebahagiaan, ratusan santri TPA
se-Kecamatan Bengalon diwisuda disaksikan Asisten Administrasi Umum Sudirman Latif. Foto: Dewi/Pro Kutim
BENGALON – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Wisuda Santri TPA se-Kecamatan Bengalon Tahun 2025 yang digelar pada Sabtu (20/12/2025) di Gedung Serbaguna Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon.
Sebanyak 180 santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kecamatan Bengalon resmi diwisuda. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPK BKPRMI Kecamatan Bengalon bekerja sama dengan DPD BKPRMI Kabupaten Kutim serta Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TKA-TPA.


Acara berlangsung khidmat dan meriah meski diguyur hujan, dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ustaz dan ustazah, wali santri, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Masruroh, dalam laporannya menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak untuk mencetak generasi yang qurani di Kecamatan Bengalon.
“Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, baik secara material maupun moril. Sumber pendanaan berasal dari iuran santri, dukungan BKPRMI, serta partisipasi pemerintah desa dan donatur,” ujarnya.
Ketua BKPRMI Kecamatan Bengalon Langgeng Sefti Cahyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Kutim dan pemerintah daerah yang selalu hadir sebagai bentuk kepedulian dan untuk mendukung generasi-generasi hebat yang qurani di Kutim.

Plt Camat Kecamatan Bengalon Ahmad Rasyidi dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kerja keras para guru ustadz dan ustadzah yang berperan penting dalam keberhasilan para santri yang hari ini akan di wisuda.
“Anak-anak para santri yang akan diwisuda nampak sangat bahagia wajahnya karena pencapaian dalam membaca Alquran terwujud dengan wisuda hari ini, yang tak lepas dari peran penting para guru ustadz dan ustadzah” paparnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang berhalangan hadir diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi BKPRMI dan seluruh pihak dalam membina pendidikan Al-Qur’an di Bengalon.

“Wisuda santri ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang anak-anak kita untuk terus mencintai Al-Qur’an. Kita ingin melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat akhlaknya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan prioritas utama dalam visi pembangunan Kabupaten Kutim, sejalan dengan visi daerah Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap pembinaan pendidikan Al-Qur’an terus diperkuat hingga ke tingkat desa dan keluarga, sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang unggul secara spiritual dan intelektual.
“Santri hebat hari ini adalah Kutim hebat di masa depan,” pungkas Sudirman Latif.


Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Kutim Sirajuddin dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh ustaz dan ustazah, orang tua santri, serta panitia yang telah berperan besar dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Santri yang diwisuda hari ini adalah aset daerah. Dari merekalah akan lahir generasi masa depan Kutim yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa wisuda ini merupakan bentuk penghargaan atas ketekunan santri dalam mempelajari Al-Qur’an, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Sebelumnya, rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri berprestasi, menyanyikan lagu kebangsaan, sambutan-sambutan, hingga prosesi wisuda dan penyerahan ijazah serta piagam penghargaan kepada seluruh santri.
Puncak acara ditandai dengan pemanggilan satu per satu wisudawan dan wisudawati untuk menerima ijazah serta piagam penghargaan. Isak tangis haru orang tua pecah saat lagu “Hymne” dan “Terima Kasih Ustadzah” dinyanyikan secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan kepada para guru.
Acara ditutup dengan doa bersama memohon keselamatan, keberkahan, dan kesuksesan bagi para santri agar ilmu yang didapat menjadi amal jariyah bagi nusa dan bangsa.(kopi15/kopi13/kopi3)
































