Kegiatan media gathering dan bukber DSN Group bersama awak media di Kutim.Foto: Irfan/Pro Kutim
SANGATTA– Industri perkebunan kelapa sawit yang beroperasi secara nonstop selama 24 jam menghadapi tantangan kompleksitas masalah, mulai dari isu lingkungan hingga ketenagakerjaan. Dalam menghadapi dinamika tersebut, PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Group menekankan pentingnya peran media massa sebagai mitra strategis untuk menjaga transparansi dan mendukung perbaikan berkelanjutan di dalam operasional perusahaan.
Hal itu mengemuka dalam acara pertemuan media atau gathering media sekaligus buka puasa bersama (bukber) di momen Ramadan ke-13 yang digelar manajemen PT DSN Group di D’Lounge Hotel Royal Victoria, Selasa (3/3/2026) sore. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi antara pelaku industri dengan para jurnalis yang bertugas di wilayah tersebut.

CSR Dept Head Kaltim 1 & 2 PT DSN, Sigit Bandoro didampingi CSR Dept Head Kaltim 3 FX Ari Setiawan dan jajarannya, menyatakan bahwa media merupakan “corong” sekaligus pemberi masukan yang krusial bagi perusahaan. Keterbukaan terhadap kritik dan saran dinilai sangat penting mengingat aktivitas perkebunan dan pabrik yang berlangsung terus-menerus sering kali memunculkan hal-hal di luar sepengetahuan manajemen pusat.
“Kami terbuka terhadap segala kritik dan saran. Mengingat operasional kebun dan pabrik berjalan 1 x 24 jam, segala kejadian bisa saja terjadi, baik mengenai lingkungan maupun kekaryawanan. Kami memohon informasi tersebut semata-mata untuk perbaikan internal,” ujar Sigit.
Sigit menegaskan bahwa aspek keberlanjutan (sustainability) telah menjadi komitmen mutlak dan masa depan bagi PT DSN. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis dengan media diharapkan dapat mengawal implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan tersebut agar sejalan dengan pengembangan perusahaan serta kepentingan negara.

Di tengah pembicaraan serius mengenai industri, suasana sempat mencair saat Sigit menceritakan sisi humanis para pekerja kebun yang sesekali rindu akan suasana kota. Pertemuan di Sangatta dimanfaatkan para staf untuk melepas penat setelah berbulan-bulan bertugas di pelosok.
“Kegiatan di kota seperti ini juga menjadi kesempatan bagi kami yang dari kebun untuk sejenak menikmati suasana kota, sekadar mencari kopi atau makanan yang tidak ada di dalam site,” ungkapnya dengan nada seloroh yang menghangatkan suasana.
Momen ini juga menjadi refleksi bagi para rimbawan yang sehari-hari bertugas di lokasi terpencil (site). Sigit mengungkapkan, awalnya ada keinginan untuk menggelar kegiatan di area perkebunan. Namun, kendala geografis dan faktor cuaca, seperti hujan deras di wilayah Muara Wahau, membuat pertemuan di kota menjadi pilihan yang lebih andal (reliable).
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan dari Departemen Human Capital PT DSN, Rama, yang menunjukkan kolaborasi internal perusahaan dalam menangani urusan sosial dan sumber daya manusia secara terpadu.
“Keberlanjutan adalah masa depan kami. Media adalah mitra strategis untuk pengembangan DSN, pemerintahan, maupun negara tempat kami berusaha,” tuturnya menambahkan.

Sebelumnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim mempertegas pentingnya profesionalisme dalam peliputan di sektor industri. Mewakili Ketua PWI Kutim Wardi, Sekretaris Dedy Al Kutimi menekankan bahwa wartawan yang melakukan wawancara dan peliputan di lingkungan DSN Group wajib mengantongi sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Langkah ini penting untuk menjamin kualitas dan etika informasi. Kami rutin menggelar UKW setiap tahun demi meningkatkan kompetensi anggota,” singkat Dedy.
Ia juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari DSN Group terhadap program peningkatan kapasitas jurnalis tersebut.
“Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim komunikasi yang sehat dan kredibel di wilayah operasional perusahaan,” tegasnya.
Acara ini ditutup dengan penyampaian salam dari jajaran direksi PT DSN yang berhalangan hadir. Sinergi yang hangat dan komunikasi terbuka antara perusahaan dan media diharapkan tetap terjaga guna menciptakan iklim industri perkebunan yang lebih sehat dan bertanggung jawab di Kalimantan Timur.(kopi13/kopi3)





























