Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan beras CPPD di Desa Himba Lestari Kecamatan Batu Ampar. Foto : Nasruddin/Pro Kutim
BATU AMPAR – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya pengawasan dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program bantuan dana Rp 250 juta per RT yang kini memasuki tahap akhir pelaksanaan tahun anggaran. Ia meminta seluruh kepala desa dan camat untuk memastikan program tersebut berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
Hal itu disampaikan Bupati Kutim saat memberikan sambutan dalam kegiatan penyerahan bantuan beras CPPD di Desa Himba Lestari Kecamatan Batu Ampar, sekaligus berdialog langsung dengan para ketua RT. Menurutnya, meskipun waktu pelaksanaan relatif singkat, kualitas pekerjaan dan kelengkapan administrasi tetap harus menjadi prioritas.
“Saya minta Camat dan Kepala Desa benar-benar mengawal program Rp 250 juta per RT ini. Memang waktunya terbatas, tapi karena kegiatannya sederhana, saya yakin bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Ardiansyah.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala administratif yang menyebabkan sebagian RT belum mencairkan anggaran. Untuk itu, Bupati menginstruksikan agar pemerintah desa segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) guna mempercepat proses administrasi.
“Segera koordinasikan ke DPMDes. Waktu kita tidak banyak, tapi saya yakin dengan komunikasi yang baik bersama Inspektorat dan BPK, semua bisa diselesaikan sesuai aturan,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Kutim juga telah memberikan bantuan sarana operasional berupa kendaraan roda dua bagi ketua RT. Bupati menekankan pentingnya menjaga aset tersebut karena merupakan fasilitas milik pemerintah daerah.
“Motor itu aset negara, harus dijaga dengan baik. Kalau nanti berganti RT, kendaraannya juga berpindah. Jangan sampai rusak atau hilang,” ujarnya sembari mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama.
Ardiansyah menegaskan bahwa keberhasilan program dana RT menjadi salah satu indikator kemajuan pembangunan di tingkat desa. Oleh karena itu, pelaporan yang tertib dan akuntabel menjadi kunci utama keberlanjutan program tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kutim memastikan program dana RT akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari 50 program unggulan daerah, dengan tujuan mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat di tingkat paling bawah. (kopi14/kopi13/kopi3)
































