Dialog Publik bersama HIMPAKT dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dan Ketua DPRD Kutim Jimmi. Foto: Dewi/Pro Kutim
MAKASSAR – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya mahasiswa asal Kutim yang menempuh pendidikan di luar daerah. Hal tersebut disampaikan dalam dialog publik bersama Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMAKT) Cabang Makassar, usai pelantikan Pengurus HIPMAKT Cabang Makassar di Aula Dinas Pendidikan Sulsel, Rabu (7/1/2026) malam.
Dalam arahannya, Mahyunadi menekankan bahwa jabatan bukanlah ukuran utama keberhasilan seseorang, melainkan kualitas SDM, karakter, dan ketangguhan dalam menghadapi keterbatasan. Ia membagikan pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan sejak masa sekolah, namun tidak menghalanginya untuk terus belajar dan mengabdi hingga dipercaya sebagai Wakil Bupati Kutim.

“Jabatan ini kecil dibandingkan kualitas sumber daya manusia yang harus dimiliki. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Yang paling penting adalah kemauan belajar dan membentuk karakter,” ujar Mahyunadi.
Mahyunadi juga menyoroti kondisi asrama mahasiswa Kutim di Makassar yang dinilainya belum memadai, baik dari sisi kenyamanan maupun fasilitas penunjang. Ia menilai, dengan kemampuan fiskal daerah yang cukup besar, kondisi tersebut seharusnya dapat ditingkatkan.
“Untuk ukuran daerah yang memiliki kemampuan anggaran, kondisi asrama ini belum layak. Ini menjadi catatan dan tanggung jawab kami di pemerintah daerah,” tegasnya.
Mahyunadi juga menyampaikan bahwa DPRD Kutim siap memberikan dukungan politik dan anggaran untuk peningkatan fasilitas mahasiswa, termasuk rencana pembangunan asrama mahasiswa milik pemerintah daerah di sejumlah kota pendidikan.
“DPRD akan mendorong pembangunan asrama mahasiswa Kutim di 5 kota besar yah pak ketua, yakni Makassar, Malang, Yogyakarta, Samarinda, dan Surabaya. Namun, dukungan ini harus dibarengi dengan tanggung jawab mahasiswa untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu,” ujar Mahyunadi.
Mahyunadi menambahkan bahwa pembangunan asrama ke depan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pembinaan karakter melalui penyediaan musala, kegiatan keagamaan, serta ruang diskusi intelektual.
Ia berharap mahasiswa Kutim kelak kembali ke daerah dan menjadi pelaku utama pembangunan.


“Kutim kaya sumber daya alam, namun masih kekurangan SDM lokal unggul. Mahasiswa inilah harapan masa depan daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kutim Jimmi, dalam arahannya kepada seluruh mahasiswa HIPMAKT, menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di luar daerah bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama daerah dan masyarakat Kutim secara keseluruhan.
“Adik-adik mahasiswa adalah duta daerah. Jaga sikap, jaga etika, dan tunjukkan bahwa mahasiswa Kutim adalah mahasiswa yang berintegritas, berakhlak, dan berprestasi,” pesan Jimmi.
Lebih lanjut, Jimmi menekankan pentingnya mahasiswa HIPMAKT untuk bersatu, memperkuat organisasi, serta menjadikan HIPMAKT sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan daerah.
“HIPMAKT harus menjadi ruang pembentukan pemimpin masa depan Kutim, bukan sekadar organisasi seremonial,” tegasnya.
Dialog publik berlangsung hangat dan interaktif, menjadi ruang aspirasi mahasiswa sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan mahasiswa HIPMAKT dalam membangun Kutim yang maju dan berdaya saing.(kopi15/kopi13)
































