Beranda Kutai Timur Integrated Farming Dorong Kesejahteraan Petani di Desa Suka Rahmat

Integrated Farming Dorong Kesejahteraan Petani di Desa Suka Rahmat

365
0

Momen kunjungan kerja Bupati ke lokasi Integrated Farming di Desa Suka Rahmat. Foto : Fuji/Alvian/Prokutim

TELUK PANDAN – Di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, denyut pertanian tidak lagi bertumpu pada satu tumpuan semata. Lahan, ternak, dan limbah kini dirajut dalam satu ekosistem yang saling menopang. Melalui program Integrated Farming, kesejahteraan petani perlahan menemukan pijakan yang lebih kukuh, berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dan PT Kaltim Nitrat Indonesia (KNI).

Program pertanian terpadu ini bukan sekadar eksperimen teknis, melainkan ikhtiar panjang membangun kemandirian petani. Pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik cair dan padat menjadi simpul utama dari sistem tersebut. Limbah yang dahulu terbuang, kini beralih rupa menjadi sumber nilai tambah yang nyata.

Komitmen itu tergambar dalam kunjungan kerja Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ke lokasi Integrated Farming di Desa Suka Rahmat. Di hadapan petani dan kelompok tani setempat, Ardiansyah menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak boleh berhenti pada capaian produksi semata, melainkan harus menyentuh peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usaha tani.

“Integrated Farming ini dirancang agar petani memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Dari satu lahan, petani bisa menanam, beternak, sekaligus mengolah hasilnya. Petani mampu meningkatkan income mereka melalui penjualan pupuk organik. Inilah cara kita mendorong kesejahteraan petani secara nyata dan berkelanjutan,” ujar Ardiansyah.

Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada PT Kaltim Nitrat Indonesia dan Kelompok Tani Karya Mandiri yang dinilainya konsisten mengawal pengembangan pertanian terpadu di Teluk Pandan. Menurutnya, ketekunan dan kesabaran petani dalam mengelola sistem ini layak dijadikan teladan bagi kelompok tani lain di Kutim.

“Saya mengapresiasi PT KNI yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata dalam mendampingi petani. Begitu pula Kelompok Tani Karya Mandiri yang dengan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi terus berusaha di bidang pertanian. Ini patut menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya,” tegas Ardiansyah.

Sistem Integrated Farming yang diterapkan menggabungkan pertanian, peternakan, serta pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk dan pakan ternak. Pola ini memungkinkan petani menekan biaya produksi, memperluas sumber penghasilan, sekaligus meningkatkan produktivitas lahan secara berkesinambungan.

Dari pihak perusahaan, PT Kaltim Nitrat Indonesia Wisnu menegaskan bahwa keterlibatan mereka tidak berhenti pada penyediaan sarana. Pendampingan teknis menjadi bagian penting agar petani mampu mengelola pertanian terpadu secara mandiri.

“Kami ingin petani merasakan manfaat jangka panjang. Integrated Farming ini kami dorong agar menjadi sumber ekonomi baru bagi keluarga petani dan bisa direplikasi di desa-desa lain,” ungkap Wisnu, perwakilan PT KNI.

Dampak program tersebut telah dirasakan langsung oleh petani Desa Suka Rahmat. Selain produktivitas lahan yang meningkat, petani memperoleh tambahan penghasilan dari sektor peternakan dan pengolahan hasil pertanian, sekaligus memperkaya pengetahuan dalam mengelola usaha tani yang lebih modern dan efisien.

Munawir, petani anggota Kelompok Tani Karya Mandiri, merasakan perubahan signifikan sejak mengikuti program ini.

“Sekarang kami tidak hanya bergantung pada satu hasil panen. Ada ternak, ada pupuk dari limbah sendiri, dan hasilnya lebih hemat biaya. Penghasilan kami jadi lebih stabil,” tutur Nawir, sapaan akrab Munawir.

Melalui Integrated Farming, Pemkab Kutim berharap ketahanan pangan daerah kian menguat, kesejahteraan petani Teluk Pandan terus bertumbuh, dan desa-desa pertanian mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan sistem usaha tani yang produktif serta berdaya tahan. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini