Beranda Kutai Timur APPISTA Dikukuhkan, Fokus Sejahterakan Pedagang

APPISTA Dikukuhkan, Fokus Sejahterakan Pedagang

41 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengukuhkan pengurus APPISTA. Foto: Bagus/Pro Kutim

SANGATTA – Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta (APPISTA) secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di kawasan Pasar Induk Sangatta (PIS), Kamis (9/4/2026) sore. Momen ini pun menjadi penanda langkah baru untuk memperkuat posisi tawar dan kesejahteraan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua DPRD Kutim Jimmi serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kutim Nora Ramadani.

Ketua Umum APPISTA terpilih, Sudarman menegaskan bahwa organisasi ini dibentuk dengan visi yang jelas, yakni menjadi jembatan antara pedagang dan pemerintah.

“Kami berharap APPISTA menjadi wadah aspirasi bagi seluruh anggota. Fokus utama kami adalah ikut serta dalam mendorong tingkat kesejahteraan para pedagang di Pasar Induk Sangatta,” ujar Sudarman dalam sambutannya.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, memberikan kilas balik perjalanan asosiasi yang telah berdiri sejak 2019 ini. Ia menyoroti tantangan berat yang dihadapi sektor perdagangan akibat situasi geopolitik.

Konflik yang terjadi di Timur Tengah, menurutnya, telah memicu lonjakan harga bahan baku kimia hingga 30-50 persen yang secara tidak langsung berdampak pada rantai pasok. Namun, ia memberikan apresiasi karena Pasar Induk Sangatta hingga kini tetap kondusif dan bebas dari praktik premanisme.

“Pedagang pasar induk adalah salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Kami sangat mengapresiasi program-produk yang disusun APPISTA untuk memajukan pasar ini,” tutur Nora.

Sementara itu dalam arahannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi makro yang sedang fluktuatif. Ia mengklarifikasi data pertumbuhan ekonomi daerah yang sempat mengalami anomali.

“Tahun 2024, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kutim sempat mencapai angka yang sangat tinggi di 9,82 persen. Namun, pada tahun 2025, angka tersebut terkoreksi cukup dalam menjadi 1,05 persen hingga 1,3 persen,” jelas Ardiansyah.

Ditambahkan Bupati Ardiansyah, bahwa penurunan tajam ini dipicu oleh kebijakan pengendalian eksplorasi produk tambang yang menyebabkan sektor pertambangan mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi). Hal inilah yang memengaruhi daya beli dan aktivitas belanja masyarakat secara umum.

Meski demikian, Ardiansyah tetap membawa kabar optimistis bagi para pedagang jika sektor tambang tidak dihitung pertumbuhan ekonomi Kutim sebenarnya mencapai angka psikologis 11 persen, yang didorong oleh sektor perkebunan, industri pengolahan, dan perdagangan.

Selain itu, kenaikan retribusi pasar menjadi bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan tetap bertahan di tengah guncangan sektor ekstraktif. Sinergi dengan lembaga keuangan seperti BPR Kutim akan terus diperkuat untuk membantu permodalan pedagang.

“Saya yakin perbankan merasa senang melihat mitra mereka sangat bersemangat melalui wadah APPISTA ini,” pungkasnya.

Prosesi pengukuhan ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian ucapan selamat. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan ekonomi sektor perdagangan di Sangatta Utara dan sekitarnya.(kopi5/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini