Beranda Kutai Timur Kolaborasi Warga, Pemerintah, dan KPC Dorong Desa Wisata Rindang Benua

Kolaborasi Warga, Pemerintah, dan KPC Dorong Desa Wisata Rindang Benua

65 views
0

SANGATTA – Balai Pertemuan Dusun Rindang Benua, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), pada Selasa (14/4/2026), menjadi tempat berhimpunnya sejumlah pemangku kepentingan yang membicarakan masa depan desa wisata berbasis budaya. Di ruang sederhana itu digelar forum diskusi serta sinkronisasi program kemitraan pengembangan desa wisata. Sebuah pertemuan yang mempertemukan pemerintah, perusahaan, serta masyarakat dalam satu meja perbincangan.
Hadir dalam forum tersebut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ririn Sari Dewi, perwakilan Dinas Pariwisata Kutim Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Demmy Aditya Herwanto, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sangatta Balai Taman Nasional Kutai (TNK) Budi Isnaini, perwakilan Kecamatan Sangatta Selatan, Kepala Dusun Rindang Benua Sekimin, Ketua Panitia Pembangunan Lamin Adat Alan Djiu, Act Superintendent Community and Agribusiness Development KPC Widiatmoko, para Ketua RT, serta perwakilan warga.

Pertemuan itu bukan sekadar agenda seremonial. Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 38 Tahun 2025 tentang Pengembangan Desa Wisata di Kalimantan Timur. Sebuah regulasi yang disahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan melalui pemanfaatan potensi lokal secara lebih terarah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama antara pemerintah daerah dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam menguatkan pengembangan desa wisata di Kutim, khususnya di Dusun Rindang Benua.
Pergub tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik kawasan pedesaan, membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat, serta mengoptimalkan berbagai potensi lokal secara sistematis.

“Kami mengapresiasi kerja sama dengan PT KPC dalam pengembangan desa wisata ini. Hal ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran desa wisata berbasis budaya di Rindang Benua, sehingga ke depan statusnya dapat meningkat dari desa wisata berkembang menjadi desa wisata maju,” ungkapnya.

Di sisi lain, masyarakat Dusun Rindang Benua menaruh harapan besar terhadap kelanjutan pembangunan Lamin Adat Budaya Rindang Benua. Bangunan adat tersebut diproyeksikan menjadi sentra kegiatan budaya sekaligus ruang perjumpaan yang menghidupkan tradisi serta memperkuat identitas lokal.

Kepala Dusun Rindang Benua, Sekimin, menyampaikan bahwa warga telah lama menantikan pembangunan balai adat tersebut dapat dilanjutkan. Menurut dia, keberadaan lamin adat akan menjadi penopang penting bagi pengembangan desa wisata di wilayahnya.
Warga Dusun Rindang Benua, kata Sekimin, siap mendukung berbagai upaya serta pihak yang bersedia berkontribusi dalam pembangunan lamin adat di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang telah ditetapkan.

“Kami harap KPC dapat membantu kami membangun Lamin Adat. Harapan kami, rencana ini segera direalisasikan oleh PT KPC, mengingat pembangunan balai adat sangat dinantikan oleh masyarakat Rindang Benua,” ujarnya.

Forum tersebut juga dipandang sebagai langkah awal untuk mempercepat penyediaan fasilitas budaya yang kelak diharapkan menjadi penopang pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di dusun itu.

Dalam kesempatan yang sama, KPC melalui Act Manager Community Empowerment Muhammad Yusuf yang diwakili Act Superintendent CAD (Conservation and Agribusiness Development) KPC Widiatmoko menyampaikan bahwa kunjungan Dinas Pariwisata Kaltim menjadi langkah efektif untuk meninjau secara langsung kondisi Dusun Rindang Benua sebagai salah satu titik pengembangan desa wisata di provinsi tersebut. Perusahaan, menurut dia, mendukung berbagai langkah percepatan yang ditempuh secara kolaboratif, menyesuaikan kesiapan sumber daya masing-masing pihak yang terlibat.

“Kesepakatan ini mendapat apresiasi dari pihak Balai Taman Nasional Kutai (TNK) serta Dinas Pariwisata Kutai Timur juga menyambut baik solusi ini. Kami berharap Dusun Rindang Benua-Sangatta Selatan ke depan dapat berkembang menjadi desa wisata yang diandalkan di Kabupaten Kutai Timur,” tutupnya.

Upaya pengembangan pariwisata di Kutim tidak berhenti pada Dusun Rindang Benua. Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim saat ini juga tengah menjajaki kerja sama pengembangan dua destinasi wisata di wilayah tersebut.

Selain pengembangan wisata di Dusun Rindang Benua, Sangatta Selatan, yang dikerjakan bersama KPC, pemerintah provinsi juga mendorong penguatan pariwisata pesisir di Kecamatan Kaliorang. Kawasan Pantai Marang direncanakan menjadi destinasi wisata pantai yang dipadukan dengan konsep glamping melalui kerja sama dengan PT Indexim.

Melalui berbagai upaya tersebut, pengembangan desa wisata di Kutim. diharapkan bertumbuh secara bertahap, menyandingkan khazanah budaya, keindahan alam, serta kemitraan lintas sektor sebagai fondasi bagi kemajuan ekonomi masyarakat desa. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini