Ratusan pekerja memadati halaman Kantor Bupati Kutim di hari buruh. Foto: Fathul/Maulana Pro Kutim
SANGATTA — Ratusan pekerja yang tergabung dalam berbagai serikat buruh memadati halaman Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Jumat (1/5/2026), memperingati Hari Buruh Internasional (May Day). Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan terkait hak-hak pekerja yang dinilai belum terpenuhi.
Di tengah terik matahari dan suasana hari libur, para buruh tetap antusias menyampaikan aspirasi, mulai dari persoalan upah, fasilitas kerja, hingga jaminan pensiun. Aksi tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Trisno.
Dalam sambutannya, Mahyunadi mengapresiasi semangat para buruh yang memanfaatkan momentum May Day untuk memperjuangkan hak-haknya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan pekerja sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Yang diperjuangkan bukan meminta lebih, tapi meminta hak yang layak bagi kehidupan buruh sebagaimana diatur dalam undang-undang,” ujar Mahyunadi di hadapan massa aksi.

Ia juga mengakui masih adanya perusahaan yang belum taat terhadap aturan ketenagakerjaan. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit yang melanggar ketentuan meskipun sudah diatur dalam undang-undang maupun peraturan daerah.
Mahyunadi menambahkan, pemerintah daerah telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 yang mengatur hak-hak buruh. Namun, implementasinya di lapangan masih perlu pengawasan dan evaluasi lebih lanjut.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Kutim membuka ruang dialog langsung dengan perwakilan buruh. Mahyunadi mempersilakan masing-masing federasi menunjuk perwakilan untuk mengikuti audiensi bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
“Semua aspirasi akan kita bawa ke meja diskusi. Kita ingin ada kesepakatan bersama yang bisa diperjuangkan,” katanya.
Ia juga menegaskan peran penting buruh dalam perekonomian daerah. Menurutnya, sektor-sektor utama seperti pertambangan dan perkebunan tidak akan berjalan tanpa kontribusi tenaga kerja.
“Secara langsung maupun tidak langsung, para buruh adalah penggerak utama ekonomi daerah. Tanpa buruh, perusahaan tidak bisa berjalan,” ucapnya.

Usai penyampaian aspirasi, kegiatan dilanjutkan dengan audiensi tatap muka di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Mahyunadi, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Ariyanto, Dandim Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, serta Plt Kadis Distransnaker Trisno.
Audiensi berlangsung dengan dialog terbuka antara pemerintah daerah dan perwakilan buruh, guna mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kutim.(kopi17/kopi13/kopi3)

































