Renovasi SPBU di Jalan Poros Sangatta-Bontang Kilometer 1. Foto: Miftah/Pro Kutim
SANGATTA – Deru ekskavator dan bunyi ketukan besi terdengar silih berganti di kawasan Jalan Poros Sangatta-Bontang Kilometer 1, Sangatta Selatan, Kamis, (21/5/2026). Di tengah lalu lintas kendaraan yang tak pernah benar-benar lengang, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 6475310 tampak sedang menanggalkan wajah lamanya. Bangunan yang selama bertahun-tahun menjadi titik singgah pengendara itu kini menjalani renovasi besar-besaran. Sebuah pembaruan yang dinilai merefleksikan denyut pertumbuhan Kutai Timur (Kutim), yang terus bergerak maju.
Renovasi tersebut ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Tidak hanya memperbarui rupa fisik, pengelola SPBU juga menambah sejumlah layanan baru yang diproyeksikan menunjang kebutuhan masyarakat di kawasan Sangatta dan jalur penghubung menuju Bontang.
Pengawas SPBU 6475310, Darwin, mengatakan pembangunan saat ini telah memasuki tahap akhir. Kendati demikian, ia mengakui proses penyelesaian tetap bergantung pada situasi di lapangan.

“Estimasi kemarin sih rencananya bulan 8 selesai, tapi kita enggak (tidak, red) tahu kendala ke depan gimana (bagaimana, red). Harapannya lebih cepat lebih bagus,” ujar Darwin saat ditemui Tim Pro Kutim.
Di tengah geliat pembangunan wilayah, pembaruan fasilitas SPBU itu menjadi semacam penanda kecil tentang perubahan lanskap pelayanan publik di Kutim. Jika sebelumnya SPBU hanya menyediakan fasilitas dasar, kini kawasan tersebut dipersiapkan menjadi ruang layanan yang lebih lengkap dan nyaman bagi masyarakat.
Toilet dan Musala direnovasi agar lebih bersih dan representatif. Selain itu, pengelola juga menambahkan fasilitas baru berupa minimarket, mesin anjungan tunai mandiri (ATM), hingga layanan LPG. Perluasan tidak berhenti pada fasilitas penunjang. Kapasitas pengisian bahan bakar pun ikut ditingkatkan.

Sebelumnya, SPBU tersebut hanya memiliki tiga pulau pengisian BBM. Setelah renovasi rampung, jumlahnya bertambah menjadi empat. Penambahan itu diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan yang kerap mengular pada jam-jam sibuk, terutama menjelang hari besar keagamaan atau masa arus mudik.
Jenis bahan bakar yang tersedia juga akan semakin beragam. Selama ini SPBU 6475310 hanya melayani Pertalite, Pertamax, dan Biosolar. Nantinya masyarakat dapat mengakses tiga produk tambahan, yakni Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo.
“Kan bahan bakarnya nanti nambah tiga produk lagi untuk Dexlite, Pertamina Dex, sama (Pertamax) Turbo,” kata Darwin.

Bagi masyarakat Kutim, kehadiran layanan yang lebih lengkap bukan hanya soal kenyamanan mengisi bahan bakar. Di wilayah yang terus bertumbuh sebagai kawasan penyangga ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim). Keberadaan SPBU modern menjadi bagian dari infrastruktur penopang mobilitas warga, distribusi logistik, hingga aktivitas usaha.
Renovasi tersebut juga memantik tanggapan positif masyarakat. Selain dinilai memperindah kawasan, perluasan layanan dianggap mampu mempercepat arus kendaraan dan mengurangi kepadatan antrean.
Di tengah proses pembangunan itu, muncul pula keresahan lain di masyarakat, yakni wacana pembatasan pengisian Pertalite bagi kendaraan di atas 1.400 cc yang disebut-sebut mulai berlaku Juni mendatang. Informasi tersebut sempat beredar luas dan memicu kekhawatiran sebagian pengendara.
Darwin menegaskan hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari pihak Pertamina mengenai pembatasan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.

“Kalau info dari (Pertamina) itu belum sih. Kalau pembatasan pengisian memang sudah dari dulu 40 liter, tapi kalau cc belum ada,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat tidak lekas termakan kabar yang sumbernya belum jelas. Menurut dia, kepanikan justru dapat memicu pembelian berlebihan atau panic buying yang berpotensi mengganggu distribusi di lapangan.
Pernyataan serupa disampaikan Pengawas SPBU 6475304 Jalan Yos Sudarso II, Jaya. Ia menyebut isu pembatasan maupun kenaikan BBM acap kali berulang dan tidak seluruhnya berasal dari informasi resmi.
“Selama belum ada info pasti dari Pertamina, jangan langsung percaya. Isu seperti ini sudah sering terjadi,” ujar Jaya.

Menurut dia, kondisi distribusi BBM di Sangatta hingga kini masih berjalan normal. Antrean kendaraan tetap terkendali, sementara pasokan terus dikirim setiap hari untuk menjaga kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
“Sejauh ini normal. Pengiriman BBM setiap hari, jadi masih aman sampai Iduladha nanti,” katanya.
Di balik proyek renovasi sebuah SPBU, terselip gambaran yang lebih luas tentang Kutim yang tengah berbenah. Pertumbuhan wilayah bukan semata ditandai gedung tinggi atau investasi besar, melainkan juga dari pembaruan layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari pompa bahan bakar di tepi jalan poros itu, geliat perubahan daerah tampak bergerak perlahan, namun pasti. (kopi17/kopi13/kopi3)





























