Beranda Kutai Timur Bhayangkara Run 5K Satukan Bupati, Polisi, dan Warga di Jalanan Sangatta

Bhayangkara Run 5K Satukan Bupati, Polisi, dan Warga di Jalanan Sangatta

37 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turut menyemarakkan Bhayangkara Run 5K Polres Kutim. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA — Guratan fajar belum sepenuhnya sempurna di langit Sangatta, Minggu (28/6/2026) pagi. Namun, halaman Mapolres Kutai Timur (Kutim) sudah tampak seperti lautan manusia yang dinamis. Ratusan pasang sepatu 659 pelari berderap di atas aspal, bersahutan dengan riuh tawa dan musik penyemangat. Di tengah kerumunan itu, ada satu sosok yang penampilannya tak berbeda dengan pelari lainnya, mengenakan jersey olahraga lengkap dengan nomor dada. Ia adalah Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman.

Pagi itu, atmosfer perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara terasa begitu hangat dan inklusif. Polres Kutim, yang berkolaborasi apik dengan komunitas lari Sangattaplayon (bagian dari Indorunners), sukses menyulap agenda seremonial menjadi sebuah pesta olahraga masyarakat bertajuk Bhayangkara Run 5K mengambil rute start Mapolres Kutim menuju jalan depan Masjid Agung Al Faruq ke patung pesawat lanjut bukit pandang ke jalan depan Kantor Bappeda hingga finish di Mapolres Kutim.

Begitu bendera start dikibarkan, Bupati Ardiansyah langsung melesat dengan penuh semangat. Tidak ada sekat protokoler yang kaku. Di bawah rona mentari pagi, sang kepala daerah kompak mengayunkan kaki, menjaga ritme napas bersama Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Basuki Isnawan, serta Ketua KONI Kutim Rudi Hartono.

Di sekeliling mereka, jajaran pejabat perwira Polres Kutim dan ratusan warga Sangatta turut melebur dalam rute sepanjang 5 kilometer tersebut.

Bagi Ardiansyah, keikutsertaannya bukan sekadar bentuk formalitas menghadiri undangan mitra kerja.

“Saya ingin menunjukkan bahwa stamina dan kedekatan dengan masyarakat harus terus dijaga secara nyata,” singkatnya.

Di sepanjang jalur lari, ia kerap melempar senyum, menyapa warga yang menonton di pinggir jalan, bahkan sesekali memberikan semangat kepada pelari lain yang mulai kelelahan.

Antusiasme ini rupanya menular kuat kepada para peserta umum. Salah satunya adalah Novita Rahayu, seorang guru dari SMAN 1 Sangatta Selatan yang sengaja meluangkan waktu akhir pekannya demi bergabung dalam kemeriahan ini. Sambil menyeka keringat di garis finish, Novita mengungkapkan rasa bangganya bisa berlari di jalur yang sama dengan para pemimpin daerah.

“Seru banget! Jarang-jarang kita bisa lari bareng Pak Bupati dan jajaran Polres Kutim tanpa jarak seperti ini. Energi positifnya berasa sekali. Selain bikin sehat, acara ini jadi wadah silaturahmi yang asyik buat masyarakat dan aparat,” ujar Novita dengan senyum sumringah.

Jarak 5 kilometer akhirnya berhasil ditempuh oleh ribuan peserta dengan penuh kegembiraan. Keringat yang bercucuran seolah terbayar lunas oleh rasa kebersamaan yang membuncah saat menyentuh garis finish.

Event ini berhasil membuktikan bahwa olahraga adalah bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat, dari pejabat hingga tenaga pendidik.

Melalui Bhayangkara Run 5K, Polres Kutim tidak hanya berhasil merayakan hari jadinya yang ke-80 secara meriah, tetapi juga sukses menyebarkan virus hidup sehat di Bumi Untung Benua.

Bagi warga Sangatta, momen melihat sang bupati dan para petinggi daerah berkeringat bersama di jalanan adalah pemandangan yang menyegarkan sebuah simbol bahwa Kutim siap berlari menyongsong masa depan yang lebih sehat dan harmonis.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini