Jalannya serah terima mahasiswa KKN Kolaborasi Unmul bersama Pemkab Kutim. Foto: Hasyim/Bahtiar/Lintang/Pro Kutim
SANGATTA – Sebanyak 396 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Mulawarman (Unmul) resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam kegiatan penyambutan dan serah terima yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (13/7/2026).
Mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs”, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian selama 40 hari di 41 desa dan kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan di Kutim.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut baik kehadiran para mahasiswa dan berharap kegiatan KKN mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi peserta.

“Semoga mendapatkan tambahan ilmu dan berkah dengan kegiatan KKN di Kutai Timur. Selamat datang dan selamat berkarya berkolaborasi dengan masyarakat,” ujar Ardiansyah.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan selama menjalankan program di desa, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun aparatur desa agar seluruh program dapat berjalan lancar.
Sementara itu, Ketua Panitia KKN Kolaborasi Unmul 2026, Kiswanto, yang mewakili Rektor Unmul Prof Abdunnur, mengungkapkan apresiasinya kepada Pemkab Kutim yang kembali menerima mahasiswa KKN Unmul.

Menurutnya, tahun ini menjadi pelaksanaan perdana KKN Kolaborasi yang melibatkan sembilan perguruan tinggi di Kalimantan Timur. Secara keseluruhan terdapat 3.420 mahasiswa yang diterjunkan di 377 lokasi pada 85 kecamatan di 10 kabupaten dan kota, dengan sekitar 90 persen peserta berasal dari Unmul.
“Untuk Kutai Timur sendiri terdapat 396 mahasiswa yang disebarkan di 41 desa dan kelurahan pada 13 kecamatan,” jelas Kiswanto.
Ia menjelaskan, pelaksanaan KKN tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa bebas menyusun program kerja, kini setiap kelompok menjalankan tiga program prioritas yang telah ditetapkan dari total 28 program prioritas KKN.
Salah satu fokus utama ialah mendukung penguatan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat melalui pendampingan kepada masyarakat desa agar lebih memahami potensi geopark yang sedang diusulkan menuju pengakuan dunia.

“KKN tidak boleh lagi menjadi formalitas. Tidak hanya mengecat gapura atau membuat papan nama jalan, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa sesuai program prioritas yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Kiswanto juga menitipkan para mahasiswa kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar dapat dibimbing selama menjalankan pengabdian mulai 13 Juli hingga 22 Agustus 2026 mendatang.
Salah seorang peserta KKN yang ditempatkan di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Ramadan dari Program Studi Ekonomi Pembangunan mengatakan kelompoknya akan menjalankan tiga program prioritas, yakni kemandirian pangan, skrining kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.

Untuk sektor pangan, mereka akan mendata para petani sekaligus memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos. Di bidang kesehatan, mahasiswa akan menggelar edukasi mengenai pola hidup sehat bagi remaja serta pemeriksaan kesehatan gratis. Sementara pada sektor UMKM, mereka akan membantu pelaku usaha membuat QRIS, menambahkan lokasi usaha ke Google Maps, serta melakukan pendataan UMKM di desa tersebut.
Hal serupa disampaikan Ketua Kelompok KKN di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Rian Almar Gibran dari Program Studi Kimia. Ia menjelaskan kelompoknya mendapat tiga program prioritas, yakni statistik desa, edukasi keuangan, dan korporasi ternak.
Menurutnya, program tersebut akan difokuskan pada pembaruan data desa, pemetaan potensi ekonomi dan pertanian, edukasi legalitas usaha bagi pelaku UMKM, hingga pelatihan pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk kompos sebagai upaya meningkatkan produktivitas masyarakat desa.(kopi17/kopi13/kopi3)




























