Beranda Entertainment Demam Piala Dunia di Kutim, Ardiansyah Jagokan Argentina dan Mahyunadi Dukung Prancis

Demam Piala Dunia di Kutim, Ardiansyah Jagokan Argentina dan Mahyunadi Dukung Prancis

28 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Mahyunadi. Foto: Istimewa

SANGATTA – Demam Piala Dunia 2026 tak hanya menjangkiti masyarakat akar rumput di Kutai Timur (Kutim). Euforia pesta sepak bola empat tahunan itu merambat hingga ke meja kerja para pejabat nomor satu dan dua di Kabupaten Kutim. Menariknya, Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi memiliki pandangan berbeda soal siapa yang bakal mengangkat trofi emas Jules Rimet di Amerika Utara tahun ini.

Ditemui di sela kesibukan usai menghadiri pisah sambut Kapolres baru dari AKBP Fauzan Arianto ke AKBP Aryansyah di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, Senin (13/7/2026) malam, Ardiansyah Sulaiman tak ragu menjatuhkan pilihan pada Argentina. Orang nomor satu di Kutim itu tampak begitu yakin bahwa La Albiceleste akan mampu mempertahankan takhta juara yang mereka raih di Qatar 2022 lalu.

“Argentina punya mentalitas juara. Selama Lionel Messi masih berada di lapangan, aura kemenangan itu akan terus mengalir. Mereka punya kolektivitas yang luar biasa,” ujar Ardiansyah dengan nada optimistis. Bagi sang bupati, Argentina bukan sekadar tim bertabur bintang, melainkan simbol ketangguhan yang sulit dipatahkan di turnamen besar.

Namun, prediksi tersebut tak membuat sang wakil bupati, Mahyunadi, ikut-ikutan. Dengan gaya yang santai, Mahyunadi justru menaruh harapan besar pada “Ayam Jantan” dari Eropa, yakni tim nasional Perancis. Menurutnya, regenerasi pemain dan kedalaman skuad Les Bleus adalah ancaman nyata bagi siapa pun yang berani meremehkan mereka.

“Kalau ditanya siapa juara, saya pilih Perancis. Permainan mereka sangat efektif, fisiknya kuat, dan mereka punya karakter pemenang yang sangat disiplin,” kata Mahyunadi di lokasi yang sama. Baginya, Perancis adalah tim yang paling matang secara taktik di Piala Dunia kali ini.

Perbedaan pilihan ini pun menjadi bumbu menarik di sela-sela pembahasan agenda pembangunan daerah. Saling klaim keunggulan tim jagoan masing-masing kerap memicu tawa di antara keduanya. Meski sibuk mengurus urusan pemerintahan, sepak bola tetap menjadi oase bagi keduanya untuk melepas penat.

Bagi mereka, Piala Dunia 2026 bukan sekadar urusan gol atau statistik. Ini adalah cerminan dari semangat kompetisi yang sehat. Bupati menjagokan La Albiceleste, Wabup memilih Les Bleus. Kini, semua mata tertuju pada layar kaca, menanti apakah prediksi sang bupati yang akan menjadi kenyataan, atau justru keyakinan sang wakil yang bakal berpesta di akhir turnamen.

Siapa pun pemenangnya nanti, yang jelas demam Piala Dunia di Kutim telah membuktikan bahwa di balik setelan jas formal dan tumpukan berkas birokrasi, mereka tetaplah penggemar yang antusias menyaksikan drama di atas lapangan hijau. Saat ini, Argentina dan Perancis hanyalah dua nama di atas kertas, namun di Kutai Timur, dua tim itu menjadi simbol rivalitas seru di kursi pimpinan daerah. 

Dalam hitungan jam, laga hidup mati merebut tiket final pada 20 Juli 2026 mendatang siap tersaji. Di semifinal pertama Perancis akan menghadapi Spanyol pada 15 Juli 2026 dan besoknya Inggris melawan Argentina di 16 Juli 2026.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini