Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman membuka kegiatan MPLS SMANSATSET dan SMADAS. Foto: Habibah/Pro Kutim
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru jenjang SMA di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Selasa (14/7/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 itu mengusung semangat membentuk generasi yang tangguh, literat, berkarakter, dan berjiwa entrepreneur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kutim Jimmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono, perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur Paeran, serta jajaran kepala sekolah dan para peserta didik baru dari SMAN 1 Sangatta Selatan (SMANSATSET) dan SMAN 2 Sangatta Selatan (SMADAS).
Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan, Rubito, menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 sangat tinggi. SMAN 1 Sangatta Selatan menerima 216 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar, sementara SMAN 2 Sangatta Selatan menerima 72 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar.

Ia mengatakan, tingginya minat masyarakat membuat kuota di SMAN 1 Sangatta Selatan telah terpenuhi. Selain itu, proses penerimaan peserta didik baru juga telah menerapkan sistem sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama MPLS, para siswa akan memperoleh materi dari berbagai instansi, di antaranya Badan Narkotika Kabupaten (BNK), Dinas Pemadam Kebakaran, serta Kodim. Materi tersebut bertujuan membangun karakter, disiplin, wawasan kebangsaan, serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur, Paeran, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim terhadap pengembangan pendidikan, termasuk penyediaan lahan bagi pembangunan SMAN 2 Sangatta Selatan. Menurutnya, tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa kebutuhan layanan pendidikan di wilayah tersebut terus meningkat.

Ia juga mengingatkan adanya kebijakan terbaru yang tidak lagi memperbolehkan sekolah merekrut guru honorer baru sehingga pengelolaan tenaga pendidik harus mengikuti regulasi pemerintah.
Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa pendidikan merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat. Ia mengaku memiliki kebiasaan menulis sebagai bagian dari proses belajar, bahkan mampu menyelesaikan satu cerita pendek dalam satu pekan.
“Konsep pendidikan itu tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Seperti hadis yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu dimulai dari buaian hingga liang lahat. Setiap langkah hidup dan setiap napas kehidupan adalah pendidikan dan pembelajaran. Apa yang kita respons di sekitar kita juga merupakan bagian dari proses belajar,” ujarnya.

Ardiansyah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim dalam memperkuat program Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang SMA. Menurutnya, saat ini hanya tersisa dua desa di Kutim yang belum memiliki layanan PAUD.
Selain itu, sejak 2024 pemerintah daerah terus memfasilitasi peningkatan kompetensi guru, termasuk membantu guru yang belum memiliki sertifikasi agar kualitas pendidikan semakin meningkat.
Kepada para peserta didik baru, Ardiansyah berpesan agar memiliki rasa bangga terhadap sekolah masing-masing dan tidak membandingkan fasilitas yang dimiliki.

“Anak-anak SMAN 2 jangan berkecil hati dengan kondisi sekolah yang masih dalam proses renovasi. Bukan sekolah yang membuat kita hebat, tetapi kitalah yang membanggakan sekolah. Prestasi dan karakter kalianlah yang akan mengharumkan nama sekolah,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan MPLS tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, budaya literasi, semangat kewirausahaan, serta mampu menjadi generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan.(kopi10/kopi13/kopi3)
































