Beranda Kutai Timur Rawat Keberagaman, Bupati Kutim Perkuat Peran FPK 

Rawat Keberagaman, Bupati Kutim Perkuat Peran FPK 

13 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mennghadiri kegiatan Sarasehan Kebangsaan. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kesbangpol menggelar Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan se-Kabupaten Kutim dengan mengusung tema “Memperkuat Persatuan dalam Keberagaman untuk Mewujudkan Harmoni Sosial Menuju Kutai Timur Hebat” di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua FPK Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, narasumber dari Densus 88 Anti Teror, Kepala Kesbangpol Kutim, para camat dari 18 kecamatan, pengurus FPK, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai paguyuban yang ada di Kutim.

Acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta penyampaian ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan narasumber. Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat dalam memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Ketua FPK Kutim Albert, dalam laporannya menyampaikan bahwa kepengurusan FPK telah terbentuk di seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Kutim. Kepengurusan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat hingga tokoh paguyuban sebagai representasi keberagaman yang hidup berdampingan di daerah.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Kesbangpol yang telah memfasilitasi pembentukan dan penguatan kelembagaan FPK hingga tingkat kecamatan.

“Keberadaan FPK kecamatan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan, membangun komunikasi lintas suku, agama, ras, dan budaya, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Densus 88 Anti Teror yang memberikan materi mengenai penguatan wawasan kebangsaan, pencegahan paham radikal, serta pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat membuka kegiatan menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dirawat melalui semangat persatuan.

Menurutnya, Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, budaya, adat istiadat, dan agama yang tersebar di ribuan pulau. Perbedaan tersebut bukan menjadi penghalang, melainkan modal besar dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kebersamaan dalam perbedaan adalah modal utama pembangunan. Bangsa Indonesia mampu merajut berbagai perbedaan menjadi kekuatan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Ardiansyah.

Ia mengatakan, semangat pembauran kebangsaan menjadi semakin penting seiring cita-cita Indonesia Emas 2045 yang menuntut lahirnya masyarakat yang maju, harmonis, serta memiliki daya saing tinggi.

Dalam konteks daerah, lanjutnya, Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial di Kutim yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya.

“Kutai Timur tetap kondusif karena masyarakat mampu menjaga kebersamaan dalam keberagaman. Ini harus terus dipelihara dan menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh pengurus FPK, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh paguyuban untuk terus menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh terciptanya kehidupan sosial yang aman, damai, dan harmonis.

“Saya berharap FPK terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mengantisipasi berbagai potensi konflik melalui dialog, komunikasi, serta semangat gotong royong,” ujarnya.

Ardiansyah menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah akan lebih mudah dicapai apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bersama menuju Kutim yang maju dan hebat.

Mengakhiri sambutannya, Bupati secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan dan Rakor Forum Pembauran Kebangsaan Kecamatan se-Kabupaten Kutim. Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, FPK, dan seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan harmoni sosial, memperkokoh persatuan, serta mendukung terwujudnya visi Kutim Hebat.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini