Sekretaris Dishub Kutim Masrianto Suriansyah. Foto: Habibah/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempercepat pembangunan Pelabuhan Kenyamukan sebagai salah satu proyek prioritas daerah. Proyek yang masuk dalam 50 program strategis Bupati Kutim ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028 dan diproyeksikan menjadi pintu gerbang baru konektivitas laut di wilayah timur Kalimantan.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Masrianto Suriansyah, mengungkapkan bahwa pembangunan Pelabuhan Kenyamukan saat ini telah memasuki tahapan krusial. Pada periode 2026 hingga 2027, proyek tersebut didanai melalui skema tahun jamak (multiyears) dengan fokus pengerjaan pada fasilitas sisi darat pelabuhan.
“Pelabuhan Kenyamukan memang masuk dalam 50 program strategis Bapak Bupati. Insyaallah tahun ini masuk dalam skema multiyears yang dianggarkan untuk 2026 dan 2027,” ujar Masrianto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap ini terdapat sekitar 16 item pekerjaan yang harus diselesaikan, termasuk pembangunan 12 bangunan pelayanan pelabuhan yang berfungsi sebagai penunjang operasional utama. Percepatan ini dilakukan sejalan dengan arahan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman agar infrastruktur tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha.
“Untuk Pelabuhan Laut Kenyamukan ini sudah kami laporkan kepada Bapak Bupati yang mengamanahkan agar pelabuhan ini sesegera mungkin bisa dioperasionalkan. Insyaallah targetnya sudah dapat beroperasi pada awal tahun 2028,” tambahnya.
Sebagai bagian dari persiapan operasional, Dishub Kutim juga telah intensif berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Direktorat Kepelabuhanan. Berdasarkan hasil pembahasan tersebut, peluncuran perdana operasional pelabuhan akan diawali dengan membuka rute pelayaran perintis.
Adapun lintasan awal yang disiapkan meliputi rute Bontang–Sangatta–Donggala–Mamuju. Kehadiran rute ini diharapkan mampu mendongkrak konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi arus barang dan penumpang, serta membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kutim.
Melalui progres pembangunan yang masif dan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Pelabuhan Kenyamukan diyakini mampu memperkuat posisi strategis Kutim di kawasan pesisir timur Kalimantan. Infrastruktur ini tidak hanya akan menopang sektor logistik dan perdagangan, tetapi juga menjadi katalisator dalam menarik investasi serta memperluas akses transportasi laut bagi masyarakat luas.(kopi10/kopi13)

































