Beranda Kutai Timur Rumah Rehab Gizi Jadi Andalan Kutim Tekan Stunting

Rumah Rehab Gizi Jadi Andalan Kutim Tekan Stunting

35 views
0

Balita dan Orang Tua di Rumah Rehab Gizi Stunting Sangatta Utara. Foto: Istimewa

SANGATTA – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mempercepat penanganan stunting terus menunjukkan progres positif. Langkah konkret ini salah satunya diwujudkan melalui Kelas Balita Siklus II yang digelar di Rumah Rehab Gizi (RRG) Stunting Kecamatan Sangatta Utara, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan bertema “Pertumbuhan dan Perkembangan Balita” tersebut diikuti oleh delapan balita rentang usia 12–24 bulan beserta enam orang tua/wali. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian pendampingan intensif bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting maupun gizi kurang.

Narasumber kegiatan, Auliya Ayuni, menjelaskan bahwa materi yang diberikan tidak sebatas pemenuhan nutrisi harian, tetapi juga membekali orang tua agar mampu menerapkan pola pengasuhan yang konsisten di rumah.

“Kami memberikan pembekalan agar orang tua dapat terus mendampingi tumbuh kembang anak setelah lulus dari Rumah Rehab Gizi. Selain itu, kami mengingatkan pentingnya pelaksanaan Bulan Vitamin A dan pemberian obat cacing yang akan digelar Agustus mendatang di posyandu terdekat,” ujar Auliya.

Dalam sesi tersebut, para peserta juga mendapat edukasi pencegahan cacingan serta panduan memantau tumbuh kembang anak secara mandiri menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Auliya menambahkan, Kelas Balita sebenarnya merupakan agenda rutin di seluruh posyandu wilayah kerja Puskesmas Teluk Lingga melalui metode penyuluhan dan diskusi interaktif. Namun, keberadaan RRG memperkuat intervensi tersebut secara lebih terukur.

Pelaksanaan RRG Siklus II terbukti mencatatkan hasil yang jauh lebih optimal dibanding siklus pertama. Berdasarkan evaluasi medis, durasi pendampingan diperpanjang menjadi 56 hingga 57 hari dengan pemantauan pertumbuhan ketat setiap pekan.

“Alhamdulillah, pada siklus kedua ini terdapat perubahan yang cukup signifikan. Beberapa anak mengalami peningkatan pertumbuhan fisik maupun perkembangan sensorik. Pola makan dan istirahat mereka juga makin teratur,” ungkap Auliya.

Meski begitu, ia tidak memungkiri adanya kendala lapangan, seperti ketidakhadiran peserta yang dapat menghambat presisi pemantauan, serta proses adaptasi anak terhadap lingkungan baru di awal program.

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, drg Sri Endrayati, menegaskan bahwa RRG dirancang dengan konsep penanganan terpadu (comprehensive care). Target sasaran ditentukan berdasarkan data e-PPGBM yang disepadankan dengan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.

“Rumah Rehab Gizi tidak hanya ditujukan bagi balita yang sudah stunting. Anak dengan gizi kurang atau yang berat badannya tidak kunjung naik juga langsung kami intervensi. Di RRG, kami melibatkan dokter spesialis anak, dokter spesialis gizi, psikolog, tim gizi puskesmas, hingga kader penyiap makanan,” tegas drg. Sri.

Ia membeberkan, inovasi RRG lahir karena metode lama yakni PMT yang diantar kader ke rumah yang dinilai kurang efektif. Metode lama sulit diukur keberhasilannya karena pola konsumsi anak tidak dapat dipantau secara langsung.

Di RRG, balita mengikuti pendampingan harian mulai pagi hingga pukul 14.00 Wita. Selain mendapat asupan gizi seimbang selama di lokasi, mereka juga dibekali makanan bernutrisi untuk dikonsumsi sore hari di rumah.

“Siklus pertama dulu hanya 14 hari. Namun, evaluasi bersama dokter spesialis anak menunjukkan bahwa pendampingan 56 hari memberikan kenaikan berat badan dan perbaikan kondisi fisik yang jauh lebih signifikan,” tambahnya.

Keberhasilan program RRG Stunting tidak terlepas dari sinergi kuat antar-pemangku kepentingan. Program ini mendapat dukungan penuh dari kader kesehatan, Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, alokasi anggaran operasional Pemkab Kutim, serta kontribusi dunia usaha melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Siklus II RRG dijadwalkan rampung pada akhir Juli 2026, dan akan segera dilanjutkan dengan pelaksanaan Siklus III pada Agustus hingga September mendatang demi menjaga keberlanjutan capaian positif ini.(kopi8/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini