Beranda Kutai Timur BPJS Kesehatan Evaluasi Puskesmas Kutim, Kinerja 100 Persen Jadi Target

BPJS Kesehatan Evaluasi Puskesmas Kutim, Kinerja 100 Persen Jadi Target

38 views
0

Rapat Monev BPJS Kesehatan yang dilaksanakan di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim. Foto: Miftah/Prokutim

SANGATTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kutai Timur (Kutim) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelayanan Kesehatan Puskesmas sebagai bagian dari evaluasi kinerja pelayanan kesehatan semester I Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Rabu (29/7/2026), dan diikuti perwakilan seluruh puskesmas di Kutim.

Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk melihat capaian pelayanan kesehatan di tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), sekaligus membahas berbagai langkah perbaikan yang perlu dilakukan pada semester II. Hasil evaluasi ini juga akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam peningkatan kinerja dan perencanaan pelayanan kesehatan pada tahun 2027.

Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, menyampaikan apresiasi terhadap puskesmas yang telah menunjukkan capaian kinerja optimal. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 8 dari 21 puskesmas di Kutim telah mencapai Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) sebesar 100 persen.

“Kami berharap adanya kendali dari teman-teman puskesmas. Harapannya semua puskesmas bisa mendapatkan rating 4. Kami sangat mengapresiasi capaian yang sudah luar biasa ini dan tentunya bisa menjadi bahan diskusi bersama mengenai bagaimana mengejar target kinerja puskesmas hingga 100 persen,” ujar Herman.

Menurutnya, monitoring dan evaluasi tidak hanya ditujukan untuk melihat capaian angka, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk menemukan strategi peningkatan kualitas pelayanan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan angka kontak masyarakat dengan puskesmas, baik melalui pelayanan di dalam gedung maupun kegiatan di luar gedung.

Herman menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak semata-mata berorientasi pada masyarakat yang datang karena sakit. Puskesmas juga perlu memperkuat pelayanan promotif dan preventif melalui kunjungan sehat, edukasi kesehatan, serta kegiatan yang mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan secara rutin.

“Jadi bukan hanya kunjungan sakit, tetapi juga kunjungan sehat. Ini menjadi bagian yang perlu kita tingkatkan bersama,” jelasnya.

Selain capaian KBK, evaluasi juga menyoroti pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Puskesmas diharapkan dapat memastikan program tersebut berjalan secara terkendali, termasuk meningkatkan edukasi preventif kepada peserta dan mengoptimalkan pemanfaatan konten digital sebagai sarana edukasi kesehatan.

Dalam capaian Rutin Periksa (RPPT) hingga Juni 2026, masih terdapat indikator yang belum mencapai target. Karena itu, puskesmas didorong meningkatkan capaian melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, khususnya pemeriksaan Gula Darah Puasa (GDP) dan tekanan darah minimal satu kali dalam sebulan bagi peserta yang menjadi sasaran program.

Selain itu, edukasi kelompok juga perlu diperkuat melalui kegiatan klub Prolanis, senam, serta edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.

“Harapannya di semester kedua capaian yang belum terpenuhi bisa dikejar dan meningkat. Evaluasi harus dilakukan secara rutin agar kita bisa mengetahui apa yang sudah tercapai dan apa yang masih perlu diperbaiki,” tambah Herman.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kinerja pelayanan tidak hanya berdampak pada capaian kapitasi, tetapi juga perlu memperhatikan aspek nonkapitasi. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan di FKTP diharapkan berlangsung secara menyeluruh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Memasuki semester II Tahun 2026, BPJS Kesehatan Kutim mendorong adanya dukungan dan komitmen bersama dari seluruh FKTP. Puskesmas diharapkan memastikan pelayanan kesehatan dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang berlaku, serta melakukan berbagai upaya pencapaian target KBK secara benar dan optimal.

Selain itu, setiap puskesmas perlu melakukan pembaruan data pelayanan secara berkala, melakukan reviu terhadap pelayanan yang telah diberikan, serta bersama-sama memperkuat upaya pencegahan kecurangan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, BPJS Kesehatan bersama seluruh puskesmas di Kutai Timur diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Dengan evaluasi yang dilakukan secara rutin dan berbasis capaian, pelayanan kesehatan tingkat pertama diharapkan semakin berkualitas, mudah diakses, serta mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan dan melakukan upaya pencegahan penyakit.(kopi12/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini