Beranda Kutai Timur Terkini, Kutim Masih Kondusif Hadapi Karhutla 

Terkini, Kutim Masih Kondusif Hadapi Karhutla 

9 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman melaporkan kondisi terkini Kutim di Rakorda Karhutla dan El Nino. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kondisi Kabupaten Kutim hingga saat ini masih relatif kondusif dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutim tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dua ancaman utama yang berpotensi muncul pada musim kemarau, yakni kebakaran yang mengancam kawasan permukiman serta kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan dan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar oleh Polda Kalimantan Timur lewat sesi zoom di Auditorium Mapolres Kutim, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut turut diisi dengan paparan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai kondisi terkini dan langkah-langkah mitigasi menghadapi musim kemarau.

Dalam pemaparannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan rapat koordinasi ini menjadi forum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, BPBD, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya pada periode musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Bupati menjelaskan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait, kondisi Karhutla di Kutim masih berada dalam kategori terkendali. Sejumlah titik panas yang terpantau sebagian besar berada di kawasan perkebunan maupun area pertambangan batu bara.

Ia menerangkan bahwa pada beberapa lokasi pertambangan, asap yang muncul umumnya berasal dari material batu bara yang mengalami pemanasan akibat cuaca ekstrem. Namun demikian, kondisi tersebut telah ditangani secara teknis oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang meluas.

“Kondisi Kutai Timur sampai saat ini masih cukup kondusif. Titik-titik panas yang terpantau sebagian besar berada di wilayah perkebunan dan kawasan batu bara, dan secara teknis sudah dilakukan penanganan,” ujarnya.

Meski situasi relatif aman, Bupati Ardiansyah mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh lengah. Ia mengungkapkan terdapat dua persoalan yang menjadi perhatian serius selama musim kemarau berlangsung.

Perhatian pertama adalah potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat menjalar hingga ke kawasan permukiman penduduk. Menurutnya, ancaman tersebut memerlukan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat agar kebakaran dapat dicegah sejak dini sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Sementara perhatian kedua adalah kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat, khususnya para petani. Berkurangnya curah hujan menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan tanaman.

Ardiansyah mencontohkan kondisi persawahan di Desa Teluk Pandan yang kini harus mengandalkan pompa air karena hujan belum turun dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Kutimbmelalui Dinas Tanaman Pangan telah mendistribusikan sebanyak 20 unit pompa air ke sejumlah sentra pertanian. Bantuan tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian sehingga produktivitas petani tetap terpelihara meskipun menghadapi musim kemarau.

Menurutnya, penyediaan pompa air merupakan solusi jangka pendek yang dapat langsung dimanfaatkan petani dalam menghadapi keterbatasan sumber air.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong penyelesaian persoalan irigasi di wilayah Kombeng dan sejumlah kawasan pertanian lainnya. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan solusi yang lebih berkelanjutan dalam menjamin pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa setiap langkah penanganan harus didukung oleh data yang akurat. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait terus memperkuat pendataan sebagai dasar dalam menyusun strategi mitigasi maupun pengambilan kebijakan.

“Data yang akurat sangat penting agar langkah mitigasi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga menyinggung karakteristik iklim di Kutim yang kerap menunjukkan fenomena unik. Menurutnya, kemunculan fenomena El Nino di daerah ini tidak selalu identik dengan kekeringan berkepanjangan karena dalam beberapa kondisi masih disertai turunnya hujan.

Ia berharap kondisi cuaca panas yang sedang berlangsung tidak berkembang menjadi bencana yang berdampak luas terhadap masyarakat maupun sektor pertanian.

Menutup arahannya, Ardiansyah mencairkan suasana melalui pantun dan guyonan yang mengaitkan istilah “El Nino” dengan ungkapan daerah, sehingga mengundang senyum para peserta rapat. Meski disampaikan dengan suasana santai, ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tetap menjadi tanggung jawab bersama.

Bupati mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga Kutim tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan serta meminimalkan dampak kekeringan terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, sinergi seluruh pihak merupakan benteng terkuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan kesiapsiagaan, mitigasi yang tepat, serta dukungan data yang akurat, Kutim diharapkan mampu melewati musim kemarau dengan tetap menjaga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini