Wakil Bupati Kutim Mahyunadi turut menanam bibit pohon gelaran PC Demokrat Kutim di Polder Ilham Maulana. Foto: Habibah/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama elemen masyarakat dan partai politik mulai memperluas ruang terbuka hijau guna (RTH) menekan konflik antara satwa liar dan manusia. Salah satu upayanya diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan Polder Ilham Maulana, Jumat (10/7/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas kian menyusutnya habitat alami satwa di wilayah tersebut akibat alih fungsi lahan untuk sektor perkebunan dan pertambangan.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengapresiasi aksi penghijauan bertajuk “Gerakan Langit Biru Indonesia Asri” yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kutim ersebut. Menurutnya, penanaman pohon di ruang terbuka hijau bukan sekadar seremoni, melainkan kebutuhan mendesak untuk memulihkan ekosistem hilir.

“Habitat yang hilang membuat satwa liar, seperti monyet hingga buaya, semakin sering turun ke sungai dan mendekati permukiman warga. Jika kita menanam pohon di ruang terbuka, ini akan menjadi sumber makanan alami sekaligus mengembalikan ruang hidup mereka,” ujar Mahyunadi saat memberikan sambutan mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Ia menambahkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan di wilayah urban seperti Sangatta kini menjadi tanggung jawab lintas sektor, bukan lagi tugas pemerintah daerah semata.
Dalam aksi lingkungan ini, sebanyak 120 batang pohon buah ditanam secara simbolis di sekitar polder. Bibit-bibit tersebut merupakan bagian dari bantuan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur yang mendatangkan sedikitnya 150 bibit pohon dari Samarinda.

Ketua DPC Partai Demokrat Kutim Ordiansyah menjelaskan, gerakan ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program pelestarian lingkungan hidup yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
“Menanam pohon mungkin terlihat sederhana hari ini, tetapi manfaatnya sangat luar biasa bagi generasi mendatang. Kawasan Polder Ilham Maulana ini kami dorong agar menjadi percontohan ruang terbuka hijau dan biru,” kata Ordiansyah.
Ia menargetkan kawasan polder tidak hanya berfungsi sebagai area rekreasi dan pemenuhan estetika kota, melainkan optimal sebagai daerah resapan air serta kawasan penyangga lingkungan di Sangatta. Gerakan ini rencananya akan diperluas ke sejumlah kecamatan di Kutim hingga September mendatang.

Selain melakukan penanaman pohon, aksi tersebut juga diisi dengan kegiatan bersih-bersih sampah di fasilitas umum sekitar polder.
Agenda ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kutim Andi Palesangi, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Agus Aras, serta sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, di antaranya Pandi Widiarto, Yusri Yusuf, Ahmad Sulaiman, Masdari Kidang, dan Ardiansyah.(kopi10/kopi13/kopi3)
































