Beranda Kutai Timur Buka Sarasehan FPK Kutim, Bupati Tekankan Pentingnya Persatuan 

Buka Sarasehan FPK Kutim, Bupati Tekankan Pentingnya Persatuan 

16 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat diwawancara usai kegiatan. Foto: Lintang/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Sarasehan Kebangsaan dan Rapat Koordinasi FPK Kecamatan se-Kabupaten Kutim yang digelar di Ruang Pelangi, Hotel Royal Victoria, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan FPK Kutim bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kalimantan Timur Syahrie Jaang, para camat se-Kutim, serta pengurus FPK dari 18 kecamatan.

Ketua FPK Kutim Albert dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepengurusan FPK kini telah terbentuk di seluruh 18 kecamatan di Kutim. Kepengurusan tersebut melibatkan tokoh adat, tokoh paguyuban, dan tokoh masyarakat sebagai representasi keberagaman di masing-masing wilayah.

Albert juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Kesbangpol yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan FPK siap mendukung seluruh program pembangunan daerah.

“FPK wajib terpimpin, siap menyukseskan kegiatan dan program-program Bupati Kutai Timur ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, usai kegiatan Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan sarasehan tersebut merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan FPK Kutim setelah seluruh kepengurusan FPK tingkat kecamatan resmi terbentuk pada 2026.

“Ini selama FPK ada, merupakan kegiatan pertama yang dibuat oleh FPK Kutai Timur. Salah satu yang mereka tuntaskan adalah seluruh FPK di kecamatan sudah terbentuk tahun ini. Karena itu sarasehan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman mengenai tugas dan kinerja Forum Pembauran Kebangsaan,” katanya.

Menurut Ardiansyah, penguatan kapasitas pengurus FPK menjadi langkah strategis dalam menjaga kondusivitas daerah.

Ia juga bersyukur hingga kini Kutim tetap menjadi daerah yang kondusif tanpa konflik antarsuku yang mengganggu persatuan masyarakat.

“Kita bersyukur di Kutai Timur hingga saat ini belum pernah kita dengar, belum pernah kita rasakan adanya gesekan antarsuku. Semoga itu tidak akan pernah terjadi. Kalau pun ada perbedaan, jangan sampai mencabik-cabik kebersamaan yang selama ini sudah terjalin,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah turut menanggapi keluhan masyarakat terkait antrean dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kutim. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, pasokan BBM dari Pertamina masih sesuai kuota yang telah ditetapkan.

“Kalau kita tanya ke Pertamina, kuotanya sudah tercukupi. Yang terjadi kemungkinan karena jumlah kendaraan semakin banyak, ditambah kendaraan dari daerah lain yang melintas dan mengisi BBM di Kutai Timur. Jadi pada jam-jam tertentu stok di SPBU bisa lebih cepat habis,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Satgas Pengawasan yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepolisian terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di lapangan agar penyalurannya berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre di SPBU agar tidak memicu perselisihan.

“Kadang sebelum masuk area SPBU sudah terjadi pertengkaran. Padahal yang dibutuhkan adalah saling sabar menunggu giliran. Itu yang terus kita upayakan bersama melalui pengawasan Satgas,” pungkasnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh perwakilan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Rakhmad Rahadian, perwakilan Densus 88 Anti Teror Polda Kalimantan Timur AKP Andi Husin, serta Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Kalimantan Timur Syahrie Jaang. Ketiga narasumber memberikan pembekalan mengenai penguatan wawasan kebangsaan, pencegahan potensi konflik sosial, serta peran FPK dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.(kopi17/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini