Teks: peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Marukangan oleh Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi. (Bagus Pro Kutim)
SANDARAN – Di bawah langit sore pesisir, doa menggema di tanah Marukangan, Kecamatan Sandaran. Rabu (22/10/2025) itu, tanah di Sandaran menjadi saksi awal dari sebuah babak baru, peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Marukangan oleh Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi. Prosesi sederhana namun sarat makna itu dihadiri warga dengan raut penuh syukur. Sebuah penanda bahwa pembangunan di Marukangan tidak hanya bertumpu pada tembok dan semen, melainkan juga pada iman, ketulusan, dan kebersamaan.
Bangunan yang menelan anggaran Rp1,4 miliar ini lahir dari kemitraan antara program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bumi Mas Agro (BMA) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Marukangan. Perpaduan sinergi antara perusahaan dan masyarakat itu mencerminkan semangat gotong royong yang terus hidup di desa pesisir Kutim tersebut.
Wabup Kutim Mahyunadi menekankan bahwa pembangunan sejati tidak hanya berwujud fisik, tetapi juga menumbuhkan nilai moral dan spiritual di baliknya.



“Saya berharap kantor desa ini menjadi rumah pelayanan yang penuh berkah. Melayani masyarakat adalah bagian dari ibadah, dan semoga aparatur desa selalu bekerja dengan hati yang ikhlas dan niat yang suci,” ujar Mahyunadi dengan nada teduh.
Ia juga mengingatkan agar semangat tanggung jawab moral senantiasa melekat dalam diri para pemimpin desa. Dia menegaskan bahwa CSR adalah bentuk tanggung jawab perusahaan, tapi amanah pelayanan adalah tanggung jawab setiap umat di hadapan Tuhan.
“Maka utamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” tegasnya.
Momentum peletakan batu pertama itu menjadi simbol harmoni antara pemerintah, perusahaan, dan warga, disaksikan oleh Kepala Desa Marukangan Endi Heriyanto serta perwakilan manajemen PT BMA Jun Arum Imanto.
Di tengah suasana yang penuh rasa syukur, Kepala Desa Marukangan Endi Heriyanto menyampaikan harapannya agar pembangunan ini membawa berkah bagi seluruh masyarakat.
“Kami percaya, setiap langkah yang diawali dengan doa akan membawa berkah. Semoga kantor desa ini menjadi tempat yang menumbuhkan pelayanan yang jujur, amanah, dan bermanfaat bagi semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Jun Arum Imanto dari PT BMA menuturkan bahwa keterlibatan perusahaannya dalam pembangunan tersebut adalah bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Kami ingin keberadaan perusahaan menjadi sumber manfaat dan keberkahan bagi desa ini,” ujarnya.
Di tengah semilir angin sore dan tanah yang baru disiram doa, batu pertama itu bukan sekadar fondasi bangunan, tetapi simbol harapan dan pengabdian. Dari Marukangan, lahir sebuah tekad, membangun desa dengan niat yang suci, berlandaskan iman dan ketaqwaan.
Dengan berdirinya kantor desa yang baru kelak, Marukangan diharapkan tumbuh menjadi desa yang semakin maju dalam pembangunan, kuat dalam persaudaraan, dan teguh dalam keimanan. Sebuah desa yang tak hanya menata ruangnya, tetapi juga membangun jiwanya. (kopi5/kopi4/kopi3)
































