Beranda Kutai Timur Ikhtiar dan Kemandirian Air Bersih Desa Peridan Berbuah Penghargaan SPAMDes 2025

Ikhtiar dan Kemandirian Air Bersih Desa Peridan Berbuah Penghargaan SPAMDes 2025

52 views
0

Kabid Penataan Desa DPMDes Kutim Jamil Harahap (ist)

SANGATTA – Kutai Timur (Kutim) kembali menorehkan capaian yang meneguhkan komitmen daerah dalam membangun desa-desa yang mandiri dan tangguh. Desa Peridan, Kecamatan Sangkulirang resmi ditetapkan sebagai juara terbaik dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDes) tahun 2025. Sebuah apresiasi yang menandai keberhasilan mereka menghadirkan tata kelola air bersih yang lestari dan memberi faedah langsung bagi warganya.

Penghargaan ini bukan hanya simbol prestasi, melainkan buah dari ikhtiar panjang desa dalam merawat sumber air serta mengelolanya dengan cara yang terencana. Program SPAMDes sendiri merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), untuk mendorong setiap desa mampu mengatur kebutuhan air secara mandiri. Sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.

“Tahun ini Desa Peridan berhasil menjadi juara SPAM terbaik. Tahun sebelumnya penghargaan diraih Desa Tepian Baru (Bangalon) dan Tepian Makmur (Rantau Pulung),” ungkap Kabid Penataan Desa DPMDes Kutim Jamil Harahap.

Keberhasilan Peridan tidak hadir tanpa rekam jejak. Desa ini memadukan gotong royong masyarakat dengan pendampingan teknis dari pemerintah daerah. Salah satu pendekatan yang menonjol ialah metode humanis yang diterapkan DPMDes Kutim. Sebuah cara membangun kesadaran kolektif bahwa air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga aset desa yang dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi.

“Jika dikelola dengan baik, SPAMDes bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes),” jelas Jamil.

Sebagai bagian dari strategi pendampingan, DPMDes Kutim juga menjalin kolaborasi dengan lembaga pelatihan seperti Sekolah Air dari Yogyakarta. Kehadiran lembaga itu membantu masyarakat memahami manajemen air secara teknis maupun administratif. Sehingga desa mampu merancang sistem yang tertib, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

Walaupun program SPAMDes saat ini tidak lagi berada langsung di bawah pengelolaan DPMDes, harapan terhadap keberlanjutannya tetap mengemuka. Jamil menegaskan bahwa kesuksesan Desa Peridan seharusnya menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kutim untuk terus memperkuat pengelolaan air bersih secara mandiri dan berjangka panjang.

Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemandirian desa tidak hanya dibangun oleh anggaran, melainkan juga oleh kecakapan masyarakat merawat anugerah alamnya. Dari Peridan, Kutim kembali menunjukkan bahwa transformasi desa dapat bertolak dari hal yang paling esensial, air sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini