Langkah kecil cegah stunting, melalui edukasi stunting di ruang tunggu RSUD Kudungga. (Foto Istimewa untuk Pro Kutim)
SANGATTA – Di sela-sela waktu menunggu antrean layanan kesehatan, suasana ruang tunggu poliklinik rawat jalan RSUD Kudungga Sangatta belum lama ini, berubah menjadi ruang pembelajaran kecil bagi para pengunjung. Sebanyak 31 orang yang tengah menanti giliran pemeriksaan mengikuti kegiatan edukasi mengenai stunting dan upaya pencegahannya.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kudungga Sangatta yang juga menjabat sebagai Ketua PC IBI Kutai Timur (Kutim), Yuliana Kalalembang. Di hadapan para pengunjung, ia menyampaikan pemahaman mengenai stunting, sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama.
Penyuluhan tersebut tidak berlangsung dalam suasana formal yang kaku. Para peserta yang awalnya duduk menanti panggilan dokter perlahan terlibat dalam percakapan edukatif. Melalui penjelasan yang lugas dan mudah dipahami, Yuliana memaparkan pengertian stunting, faktor penyebab, hingga langkah-langkah pencegahannya sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.
“Kegiatan ini sengaja dilaksanakan di ruang tunggu poliklinik agar waktu yang semula hanya diisi dengan penantian dapat dimanfaatkan menjadi kesempatan memperoleh pengetahuan kesehatan,” ujar Yuliana.
Dengan demikian, ruang tunggu tidak hanya menjadi tempat transit bagi pasien, melainkan juga wahana penyebaran informasi kesehatan bagi masyarakat.

Selain menjelaskan mengenai stunting, penyuluh juga memperkenalkan pentingnya pemanfaatan posyandu dan layanan kesehatan terintegrasi. Posyandu disebut sebagai salah satu garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai gizi, kesehatan ibu, serta pemantauan perkembangan balita.
Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi rumah sakit bersama organisasi profesi bidan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dalam mendukung penurunan prevalensi stunting di Kutim. Melalui pendekatan edukatif yang sederhana namun berkesinambungan, informasi mengenai kesehatan ibu dan anak diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat.
Bagi para pengunjung, kegiatan tersebut memberi warna berbeda dalam rutinitas menunggu layanan medis. Waktu yang sebelumnya terasa panjang dan menjemukan berubah menjadi momen memperoleh wawasan baru tentang kesehatan keluarga.
Penyelenggara berharap kegiatan semacam ini dapat memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Selain mengisi waktu luang para pengunjung poliklinik, penyuluhan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting serta cara-cara pencegahannya.
Lebih jauh, peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan turut berkontribusi pada upaya menekan angka stunting di Kutim. Dengan pemahaman yang semakin luas, masyarakat diharapkan lebih sigap menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini. Sebuah langkah kecil namun berarti dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat. (kopi3)






























