Beranda Kutai Timur Pariwisata Kutim Harus Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Pariwisata Kutim Harus Jadi Motor Ekonomi Kreatif

20 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman melantik pejabat PTP, salah satunya Kepala Dispar Kutim Mahriadi. Foto: Dewi dan Hasyim/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi merombak jajaran birokrasinya dengan melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) dan Pejabat Fungsional Ahli Utama. Dalam rotasi ini, sektor pariwisata mendapat perhatian khusus agar mampu bertransformasi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif daerah.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Senin (18/5/2026) di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mahyunadi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Misliansyah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Salah satu pergeseran posisi yang strategis adalah penunjukan Mahriadi sebagai Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim yang baru. Mahriadi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah.

Dalam pengarahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengingatkan bahwa rotasi jabatan ini harus dilihat sebagai momentum peningkatan kualitas pelayanan publik dan inovasi birokrasi, terutama di era digital. Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah untuk mengabdi, bukan sebuah hak istimewa.
“Jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Jabatan adalah kesempatan untuk mengabdi, bukan untuk memperkaya diri,” ujar Ardiansyah.

Secara khusus, Ardiansyah memberikan catatan kepada Kepala Dinas Pariwisata yang baru untuk segera mengoptimalkan potensi wisata alam Kutim. Salah satu aset terbesar daerah yang saat ini sedang didorong pengembangannya adalah kawasan karst, yang kini dalam proses menuju pengakuan sebagai Geopark.

Menurut Ardiansyah, sektor pariwisata tidak boleh hanya berhenti pada angka kunjungan wisatawan, melainkan harus memberikan dampak ekonomi yang konkret bagi masyarakat lokal melalui ekosistem ekonomi kreatif.
Di samping itu, ia juga mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga integritas dan marwah institusi di tengah keterbukaan informasi digital.

Ditemui usai pelantikan, Kepala Dispar Kutim Mahriadi menyatakan bahwa langkah awal kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan fondasi kelembagaan dan penataan sistem internal dinas.


Sebagai program jangka pendek, Mahriadi merinci sejumlah langkah taktis yang akan diambil, antara lain menentukan destinasi wisata prioritas yang akan dikembangkan secara masif, menggelar pelatihan dasar bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai garda terdepan pengelola wisata di daerah dan membenahi infrastruktur penunjang utama di lokasi wisata, seperti ketersediaan air bersih dan sanitasi.

Mahriadi mengakui, pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja. Oleh karena itu, ia berencana memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Kami akan berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta sektor UMKM. Kami juga akan menjajaki pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) untuk mendukung infrastruktur pariwisata,” kata Mahriadi.

Melalui digital branding dan perluasan kerja sama media, Mahriadi menargetkan pariwisata Kutim dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, dalam 100 hari kerja ke depan.(kopi17/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini