Beranda Kutai Timur 14 Emas, Kukuhkan Dominasi Kutim di Kaltim Lewat Kejurprov Panjat Tebing

14 Emas, Kukuhkan Dominasi Kutim di Kaltim Lewat Kejurprov Panjat Tebing

166 views
0

FPTI Kutim mendominasi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kelompok Umur 2026 yang digelar di Samarinda.Foto: Istimewa

SAMARINDA – Peta kekuatan olahraga panjat tebing di Kalimantan Timur resmi bergeser. Tim Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur (Kutim) mencetak sejarah baru dengan mendominasi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kelompok Umur 2026 yang digelar di Samarinda, 12–16 Mei 2026 lalu.

Kutim melakukan pembersihan medali di hampir seluruh nomor perlombaan. Dari total 22 medali emas yang diperebutkan di sepanjang kompetisi, 14 di antaranya diangkut pulang oleh kontingen Kutim. Secara keseluruhan, mereka mengoleksi 35 medali termasuk 13 perak dan 8 perunggu sekaligus memastikan atlet mereka selalu berdiri di podium kehormatan pada setiap nomor yang dipertandingkan.

“Pencapaian ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya FPTI Kutai Timur,” kata Ketua Umum FPTI Kutim, Aji Fahriza Hakim, kepada wartawan.

Kini, setelah menguasai panggung lokal, FPTI Kutim mulai membidik target yang lebih waras menembus pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Ketua Umum FPTI Kutim, Aji Fahriza Hakim, menegaskan target besar mereka adalah melahirkan atlet yang mampu berbicara di level internasional.

Namun, target itu dipastikan bakal membentur dinding realitas infrastruktur. Untuk melahirkan atlet kelas dunia, dibutuhkan tempat latihan yang setara. FPTI Kutim berencana melakukan standardisasi internasional pada fasilitas di area Sport Climbing Center Bukit Pelangi.

Masalahnya, realisasi ini masih harus mengantre di belakang ketukan palu anggaran daerah. 

“Kami mengawal momentum ini, menunggu keuangan daerah stabil, lalu perlahan fasilitas akan kami sempurnakan,” ujar Aji Fahriza.

Sementara itu, dominasi mutlak Kutim di papan buatan itu bukan hasil sulap semalam. Koordinator tim pelatih, Fitriyadi, mengungkapkan bahwa cetak biru (blueprint) kesuksesan ini sudah dirancang jauh hari, bahkan sebelum gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Berau 2022.

Kuncinya terletak pada investasi sumber daya manusia yang berbasis pendekatan ilmiah (sport science). Pengurus FPTI Kutim sengaja mengolaborasikan lima pelatih spesialis berlisensi nasional untuk memegang kendali tim. Mereka membagi peran secara rigid yaitu Fitriyadi dan Jamal Al Hadad menangani menu latihan fisik dan teknik untuk atlet kategori prestasi. Kemudian Reky Picalia dan Novi Cahya Wardani fokus membina kelompok pemula dan anak-anak usia 9 hingga 13 tahun untuk menjamin regenerasi serta Ahmad Aidil bertugas sebagai perancang rute (route setter) bersertifikasi C2 untuk memperkaya simulasi kompetisi atlet.

“Kami berusaha melengkapi komposisi pelatih bersertifikat, baik menggunakan biaya organisasi hingga kantong pribadi pengurus,” ujar Fitriyadi. Manajemen yang diklaim rapi ini akhirnya mendapat sokongan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Kutim.

Di balik kalkulasi teknis dan raihan medali, ada cerita tentang fanatisme pengurus yang melompati batas-batas birokrasi anggaran daerah. Fitriyadi mengisahkan bagaimana Ketua Harian FPTI Kutim, Ismail, kerap turun tangan langsung demi memastikan kenyamanan atlet.

Saat pemusatan latihan (training center), Ismail jamak terlihat menginap di sekretariat bersama para atlet, terutama saat akhir pekan. Hambatan pencairan dana yang kerap menjadi penyakit klasik olahraga daerah diakali secara personal. 

“Bahkan untuk kebutuhan logistik seperti bahan makanan dan lainnya, beliau kerap merogoh kocek pribadi,” tutup Fitriyadi.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini