Anggota Damkarmat Kutai Timur mengikuti simulasi pemadaman kebakaran pada bangunan semipermanen. (Istimewa)
SANGATTA – Membangun sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional menjadi langkah strategis Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam meningkatkan kualitas layanan penyelamatan kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan peningkatan kapasitas personel yang digelar di Markas Damkar Sangatta pada 28-29 Juli 2026. Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas personel dari empat pos pemadam kebakaran di wilayah Sangatta, Pos Damkar Bengalon, serta anggota Kodim 0909/Kutai Timur.
Pelatihan menghadirkan dua instruktur nasional, Dadi Sanjaya dan Gunawan Simatupang, yang membagikan pengalaman serta metode penanganan kebakaran dan penyelamatan sesuai standar kompetensi nasional. Kehadiran keduanya diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia Damkar Kutim agar siap menghadapi berbagai bentuk keadaan darurat.
Selama dua hari, peserta memperoleh materi teori dan praktik yang mengacu pada standar kompetensi nasional. Selain mempelajari teknik pemadaman dan penyelamatan korban di ruang terbatas (confined space rescue), peserta juga berlatih formasi regu dalam operasi pemadaman, penggunaan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau alat bantu pernapasan mandiri untuk bekerja di lingkungan yang dipenuhi asap dan gas beracun, teknik pengisapan air menggunakan pompa pemadam sebagai sumber suplai air, serta pembidaian sebagai penanganan awal terhadap korban yang diduga mengalami patah tulang sebelum dievakuasi.

Materi pelatihan kemudian ditutup dengan simulasi pemadaman kebakaran pada sebuah bangunan semipermanen. Dalam simulasi tersebut, peserta menerapkan seluruh materi yang telah diperoleh, mulai dari penyusunan formasi regu, komunikasi lapangan, penggunaan SCBA, pengoperasian pompa, hingga proses penyelamatan dan evakuasi korban secara terpadu, sebagaimana kondisi kebakaran yang sesungguhnya.
Kepala Damkarmat Kutim melalui Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Sugiyo, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi personel harus menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat semakin profesional dan mampu menjawab tantangan penanganan keadaan darurat yang terus berkembang.
“Kami sengaja menghadirkan instruktur nasional secara langsung agar seluruh personel mendapatkan standar kompetensi dan teknik penyelamatan terbaru yang diakui secara nasional,” ujar Sugiyo, yang sebelumnya pernah bertugas di Dinas Lingkungan Hidup Kutim.
Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi risiko bencana yang berbeda. Karena itu, personel Damkarmat tidak cukup hanya menguasai teknik pemadaman kebakaran, tetapi juga harus siap menangani kecelakaan lalu lintas, penyelamatan di ruang terbatas, evakuasi korban, hingga berbagai kondisi kedaruratan lainnya.

“Instruktur nasional membawa materi berbasis penanganan kasus berskala besar, sehingga mental dan fisik personel kami lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana. Harapan kami, ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini benar-benar diterapkan saat bertugas sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan penyelamatan yang cepat, tepat, dan profesional,” tegasnya.
Dalam pembekalannya, instruktur nasional Dadi Sanjaya mengingatkan bahwa keberanian saja tidak cukup untuk menjadi seorang petugas pemadam kebakaran. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama melalui kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Pekerjaan pemadam adalah kerja tim. Karena itu, disiplin menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah harga mati untuk memastikan semua pulang dengan selamat,” tegas Dadi di hadapan peserta.
Pesan tersebut menjadi salah satu materi penting selama pelatihan. Dalam operasi penyelamatan, satu kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap keselamatan korban maupun petugas. Disiplin terhadap SOP, komunikasi yang baik, serta kemampuan membaca situasi menjadi kunci keberhasilan setiap misi penyelamatan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya profesionalisme di lingkungan Damkarmat Kutim. Dengan personel yang memiliki kompetensi berstandar nasional, disiplin menjalankan SOP, serta mampu bekerja dalam satu komando, kualitas pelayanan penyelamatan diharapkan semakin cepat, tepat, aman, dan mampu memberikan perlindungan yang lebih optimal kepada masyarakat saat menghadapi berbagai keadaan darurat. (kopi4/kopi3)
































