Teks foto: Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Sandaran Nurlinayati meninjau sekaligus membeli berbagai produk UMKM pada Bazar UP2K PKK di sela pembukaan Pesta Adat Erau “Embuang Panas Pelas” 2026 di halaman Kantor Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kamis (6/8/2026). (Fuji Pro Kutim)
SANGATTA – Terik matahari yang menaungi halaman Kantor Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kamis (6/8/2026), tidak mengendurkan semangat masyarakat mengikuti rangkaian Pesta Adat Erau “Embuang Panas Pelas” 2026. Selepas membuka pesta adat tersebut, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman tidak bergegas meninggalkan lokasi. Ia justru melangkah menyusuri deretan stan Bazar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK yang dipadati hasil karya perempuan-perempuan desa dari seluruh Kecamatan Sandaran.
Didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Sandaran, Nurlinayati, Ardiansyah dan undangan lainnya mengunjungi satu demi satu stan, menyapa para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekaligus mengamati berbagai produk yang dipamerkan. Kunjungan itu bukan sekadar peninjauan, melainkan menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha rumahan mengenai peluang pengembangan produk lokal.
Sebanyak 10 stan Bazar UP2K PKK dari TP PKK desa se-Kecamatan Sandaran ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk olahan makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga hasil industri rumah tangga ditampilkan dengan kemasan yang semakin tertata. Seluruh produk dijual dengan variasi harga yang terjangkau sehingga dapat dijangkau berbagai kalangan masyarakat.

Di sela peninjauan, Ardiansyah tidak hanya melihat-lihat produk yang dipamerkan. Ia membeli berbagai barang dari hampir seluruh stan yang dikunjunginya. Kehadirannya sontak menarik perhatian masyarakat dan menjadikan bazar itu sebagai arena belanja dadakan. Warga yang memadati lokasi ikut menyaksikan kepala daerah memilih beragam produk sambil berdiskusi dengan para pelaku UMKM.
Pada setiap stan, Ardiansyah memberikan berbagai masukan mengenai kualitas produk dan pengembangannya. Ia mendorong agar hasil karya masyarakat terus ditingkatkan sehingga memiliki daya saing yang lebih baik.
“Terus ditingkatkan kualitas produknya. Kemasannya diperbaiki agar bisa dipasarkan ke pasar yang lebih luas,” kata Ardiansyah saat berbincang dengan para pelaku UMKM.

Di salah satu stan, Nurhayati dari TP PKK Desa Sandaran menawarkan aneka produk olahan makanan, minuman, serta kerajinan tangan hasil produksi rumah tangga. Produk-produk tersebut menjadi salah satu daya tarik pengunjung karena dipasarkan dengan harga yang bervariasi dan ramah di kantong.
“Produk yang kami jual merupakan hasil olahan makanan, minuman, dan kerajinan tangan produksi rumah tangga. Harganya bervariasi dan tetap terjangkau,” ujar Nurhayati.
Tak jauh dari stan tersebut, Musdalifah dari TP PKK Desa Tanjung Mangkalihat juga memamerkan berbagai hasil kreasi ibu-ibu PKK. Beragam produk yang dibawa memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal menjadi barang bernilai ekonomi.
“Ini merupakan produk kreasi ibu-ibu PKK yang kami bawa untuk diperkenalkan kepada masyarakat,” kata Musdalifah.

Bazar UP2K PKK diselenggarakan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, sebagai bagian dari rangkaian Pesta Adat Erau “Embuang Panas Pelas” 2026. Kehadiran bazar tersebut menjadi wadah promosi bagi UMKM desa sekaligus membuka ruang perjumpaan antara produsen dan konsumen dalam suasana perayaan budaya.
Bagi masyarakat yang hadir, bazar tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang untuk mengenal lebih dekat hasil produksi warga Sandaran. Aneka makanan olahan, minuman, kerajinan tangan, dan produk rumah tangga yang dipamerkan mencerminkan ketekunan para pelaku usaha dalam membangun ekonomi keluarga melalui kegiatan produktif yang dibina TP PKK.
Di tengah suasana yang tetap terasa terik, para peserta bazar melayani setiap pengunjung dengan penuh antusias. Kehadiran Bupati yang membeli berbagai produk sekaligus memberikan apresiasi menjadi suntikan semangat bagi para pelaku UMKM agar terus meningkatkan mutu hasil produksinya. Sebelum mengakhiri peninjauan, Ardiansyah kembali mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing yang semakin kuat.
“Terus ditingkatkan supaya nanti bisa dipasarkan ke pasar yang lebih luas,” ujar Ardiansyah. (kopi3)
































