Beranda Kutai Timur APPISTA Audiensi ke Bupati, Rembug Penguatan Ekonomi dan Penataan PIS

APPISTA Audiensi ke Bupati, Rembug Penguatan Ekonomi dan Penataan PIS

111 views
0

Pertemuan APPISTA Kutim menemui Bupati Ardiansyah Sulaiman. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA — Pengurus baru APPISTA (Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta) periode 2025–2030 melakukan audiensi dengan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, di ruang kerja Bupati Kutim pada Rabu (25/2/2026). Pertemuan tersebut membahas sinergi program kerja asosiasi dengan pemerintah daerah, peningkatan ekonomi pedagang, hingga penataan sarana dan pengelolaan lingkungan Pasar Induk Sangatta (PIS).

Ketua APPISTA, Sudarman, didampingi Bendahara Umatun dan jajaran pengurus lainnya, memperkenalkan struktur kepengurusan baru sekaligus menyampaikan rencana pengukuhan yang dijadwalkan pada 4 April 2026. Dalam kesempatan itu, APPISTA juga memohon kesediaan Bupati untuk menjadi pembina asosiasi selama masa bakti 2025–2030.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyambut baik permohonan tersebut dan menyatakan kesediaannya menjadi pembina atas nama jabatan Bupati, bukan secara pribadi. Ia menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya asosiasi dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang dan memperkuat peran pasar induk sebagai pusat ekonomi masyarakat.

“Pasar Induk Sangatta adalah barometer inflasi daerah. Karena itu kenyamanan, kebersihan, dan keindahan pasar harus menjadi perhatian bersama. Asosiasi harus mampu bergerak bukan hanya dalam organisasi, tetapi juga peningkatan ekonomi pedagang,” ujarnya.

Dalam diskusi, terungkap bahwa Pasar Induk Sangatta memiliki lebih dari 1.000 pedagang dengan sekitar 800 pedagang aktif. Legalitas asosiasi juga telah lengkap, mulai dari akta notaris, domisili, NPWP, hingga rekening organisasi. Program awal yang telah direncanakan antara lain kegiatan kerja bakti kebersihan pasar serta pendampingan pelaku usaha dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

Bupati juga mendorong APPISTA untuk berkolaborasi dengan perangkat daerah terkait seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian, serta Dinas Pendidikan melalui program Pendidikan Non Formal (PNF) guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pedagang melalui pelatihan kewirausahaan dan inovasi produk.

Selain itu, isu pengelolaan sampah menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. APPISTA berencana mengajukan proposal bantuan tong sampah dan mesin pencacah ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar sampah pasar memiliki nilai ekonomis. Bupati menyarankan asosiasi untuk menjalin kerja sama dengan bank sampah induk yang telah berjalan di Sangatta sebagai langkah penguatan sistem pengelolaan.

Potensi produk lokal juga menjadi topik pembahasan, di antaranya gula merah dari berbagai kecamatan di Kutim yang dapat dikembangkan menjadi gula cair untuk kebutuhan kafe dan pasar luar daerah. Produk keripik pisang juga dinilai memiliki peluang besar, namun membutuhkan inovasi rasa dan kemasan agar lebih kompetitif.

Di sisi sarana dan prasarana, APPISTA turut menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak seperti perbaikan atap pasar yang bocor. Pemerintah daerah melalui unit teknis terkait diharapkan dapat menindaklanjuti usulan tersebut secara bertahap sesuai prioritas.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kemitraan antara pemerintah daerah dan pedagang dalam mewujudkan Pasar Induk Sangatta yang lebih tertata, bersih, dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kutim.(kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini