Kunjungan TK Al-Kausar Bengalon ke Kantor Bupati Kutim. Foto: Miftah/ Pro Kutim
SANGATTA – Inovasi dalam dunia pendidikan terus dikembangkan, salah satunya melalui metode pembelajaran di luar kelas yang diterapkan TK Al-Kausar Bengalon. Sekolah tersebut mengajak para siswanya melakukan kunjungan edukatif ke Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran kreatif yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak. Tidak hanya belajar secara teori di kelas, para siswa diajak mengenal lingkungan pemerintahan serta memahami peran pemimpin daerah secara sederhana.
Selama kunjungan, anak-anak berkesempatan melihat berbagai ruangan penting, seperti ruang kerja Bupati, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah. Antusiasme terlihat dari rasa ingin tahu mereka saat mengamati suasana kantor dan aktivitas di dalamnya.

Kepala TK Al-Kausar, Mariatun, menjelaskan bahwa metode pembelajaran luar kelas ini bertujuan untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak bisa belajar secara langsung dan lebih mudah memahami. Ini juga menjadi cara kami menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian mereka untuk mengenal lingkungan baru,” ujarnya.
Kunjungan tersebut turut disambut oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang memberikan motivasi kepada para siswa di ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Ia mendorong anak-anak untuk terus semangat belajar, disiplin, serta memiliki cita-cita yang tinggi sejak usia dini.
“Belajar yang rajin, jangan lupa beribadah. Kalian semua punya kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita, baik laki-laki maupun perempuan,” pesannya di hadapan para siswa.

Interaksi hangat terlihat dalam sesi tanya jawab, di mana anak-anak dengan penuh semangat mengajukan pertanyaan. Momen ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran aktif yang melibatkan rasa ingin tahu anak.
Sebagai penutup, para siswa menampilkan gerak dan lagu “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang disambut meriah. Penampilan ini sekaligus menjadi wujud penerapan pembelajaran kreatif yang menggabungkan edukasi dan ekspresi seni.
Melalui kegiatan ini, TK Al-Kausar menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Dengan pendekatan kreatif dan interaktif, proses belajar dapat menjadi lebih bermakna, menyenangkan, serta mampu meningkatkan pemahaman dan pengalaman anak sejak dini.(kopi8/kopi13/kopi3)






























