Beranda Kutai Timur Harlah ke-19 STAIS, Pemkab Kutim Apresiasi Kampus Islam Cetak SDM

Harlah ke-19 STAIS, Pemkab Kutim Apresiasi Kampus Islam Cetak SDM

35 views
0

Suasana Harlah ke-19 STAIS dihadiri Seskab Kutim Rizali Hadi. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta atau STAIS memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-19 dengan menggelar rangkaian kegiatan syukuran di halaman Kampus STAIS, Sabtu (8/5/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus yayasan, dosen, staf, mahasiswa hingga alumni.

Hadir mewakili Bupati Kutim, Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Rizali Hadi. Turut hadir Ketua STAIS Kutim Satriah, Ketua Yayasan YPTAIS Kutim Mustajib Daroini, para pengajar, staf akademik, mahasiswa, alumni, tokoh masyarakat serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang dibacakan Seskab Rizali Hadi, disampaikan permohonan maaf karena Bupati Ardiansyah Sulaiman tidak dapat hadir langsung lantaran agenda pemerintahan lain yang tidak dapat ditinggalkan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, kami mengucapkan selamat Hari Lahir ke-19 kepada STAI Sangatta. Semoga semakin maju, berkualitas dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Rizali saat membacakan sambutan Bupati.

Dalam sambutannya, pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap kiprah STAIS yang dinilai konsisten memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam dan pembangunan sumber daya manusia di Kutai Timur sejak berdiri pada tahun 2007.

Menurutnya, perguruan tinggi Islam memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, spiritualitas dan tanggung jawab sosial di tengah perkembangan zaman.

“STAI diharapkan terus menjadi pusat lahirnya generasi Kutai Timur yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan era digital dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berkembang sangat pesat. Teknologi, kata dia, dapat menjadi alat kemajuan dan membuka akses ilmu pengetahuan, namun juga menghadirkan ancaman disinformasi, degradasi moral hingga penyimpangan nilai apabila tidak dibimbing dengan ilmu dan etika.

Karena itu, dunia pendidikan dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga memahami nilai benar dan salah, halal dan haram, serta mampu membawa maslahat bagi masyarakat.

“Kampus harus menjadi ruang yang aman, beretika dan bermartabat. Tidak boleh ada penyalahgunaan agama, kekerasan, radikalisme maupun tindakan asusila dalam lingkungan pendidikan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kutim juga menegaskan komitmennya membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam mendukung pembangunan daerah. Pembangunan disebut tidak hanya berkutat pada infrastruktur dan investasi, tetapi juga pembangunan karakter manusia yang berlandaskan iman, ilmu dan akhlak.

Dalam kesempatan itu, Rizali Hadi turut menyinggung kondisi ekonomi daerah dan nasional yang mengalami perlambatan dalam dua tahun terakhir. Penurunan pertumbuhan ekonomi pada 2025 serta menurunnya APBD disebut berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk daya beli masyarakat.

Kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Bahkan, harga cabai sempat melonjak hingga Rp 250 ribu per kilogram menjelang Idulfitri akibat terganggunya distribusi barang dan pasokan pangan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, saat ini fokus menjaga ketahanan pangan dan mendorong penguatan sektor pertanian serta industri hilir sebagai strategi mempertahankan ekonomi daerah.

Mahasiswa juga didorong untuk ikut berkontribusi melalui gagasan inovatif, termasuk pengembangan pertanian modern berbasis teknologi seperti penggunaan drone dan alat mekanisasi pertanian untuk mendukung petani milenial.

“Potensi besar ada di sektor pertanian. Ketahanan pangan menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian Harlah ke-19 STAIS juga diisi dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan kampus selama 19 tahun. Prosesi tersebut berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan bersama jajaran yayasan dan sivitas akademika.

Ketua STAIS, Satriah menyampaikan harapan agar momentum Harlah ke-19 menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan YPTAIS Kutim Mustajib Daroini berharap STAIS semakin berkembang, membawa keberkahan dan terus melahirkan generasi yang bermanfaat bagi daerah maupun bangsa.

Perayaan Harlah ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antara pemerintah daerah, pengurus yayasan, dosen, mahasiswa dan alumni STAIS.(kopi15/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini