Beranda Kutai Timur Dinkes Kutim Gencarkan Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks

Dinkes Kutim Gencarkan Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks

16 views
0

Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kanker leher rahim (IVA Test) di Dinas Kesehatan Kutim. Foto: Lintang/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim (Kutim)bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar sosialisasi dan pemeriksaan kanker leher rahim bagi anggota DWP SKPD se-Kutim di Aula Dinkes Kutim, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Sandri sebagai narasumber dengan materi bertema Deteksi Dini Kanker Leher Rahim. Selain sosialisasi, peserta juga mengikuti pemeriksaan IVA test yang didukung tim medis dari Puskesmas Sangatta Utara, Teluk Lingga, dan Sangatta Selatan.

Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk menekan angka kematian akibat kanker serviks.

“Dengan pemeriksaan IVA test ini, wanita bisa terdeteksi apakah ada gejala ke arah kanker leher rahim. Kalau ditemukan permasalahan, bisa segera dilakukan tindak lanjut seperti pap smear dan pemeriksaan patologi anatomi sehingga pengobatan lebih mudah dilakukan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlambatan deteksi sering menjadi penyebab sulitnya penanganan kanker serviks.

“Jangan sampai sudah stadium lanjut baru ketahuan. Akan lebih susah untuk pengobatannya,” katanya.

Dalam pemaparannya, dr Sandri menjelaskan kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia setelah kanker payudara, dengan jumlah kasus mencapai 36.633.

Menurutnya, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), dengan faktor risiko seperti merokok dan berganti-ganti pasangan seksual.

Ia juga menjelaskan sejumlah metode deteksi dini, mulai dari IVA, pap smear hingga DNA HPV. Pemeriksaan IVA sendiri disebut hanya membutuhkan waktu satu hingga dua menit.

“Kalau ada sel tidak normal, warnanya akan berubah menjadi putih setelah diberikan asam asetat,” jelasnya.

Dr. Sandri menambahkan seluruh puskesmas di Kutim kini telah memiliki tenaga kesehatan bersertifikat untuk melakukan pemeriksaan IVA.

Sementara itu, dr Yuwana menyebut layanan IVA test tersedia gratis di seluruh puskesmas dan dapat ditanggung BPJS.

“Semua puskesmas bisa melakukan pemeriksaan ini, termasuk bidan jejaring juga ada,” katanya.

Ia berharap semakin banyak perempuan yang sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin.

“Kami berharap ibu-ibu anggota Dharma Wanita bisa mengikuti pemeriksaan IVA test ini dan semakin peduli terhadap kesehatan reproduksinya,” tutupnya.(kopi17/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini