Beranda Kutai Timur Kutim Promosikan Pangan Lokal di Panggung KTNA

Kutim Promosikan Pangan Lokal di Panggung KTNA

20 views
0

Beberapa varetas Padi Lokal Kutai Timur yang akan dipromosikan pada Penas KTNA 2026 di Gorontalo. Foto: Vian Pro Kutim

SANGATTA – Di tengah arus modernisasi pertanian dan persaingan produk pangan yang kian terbuka, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih membawa satu pesan penting ke panggung nasional, memperkenalkan kekayaan pertanian lokal yang tumbuh dari kearifan masyarakat dan diwariskan lintas generasi.

Momentum itu akan hadir dalam Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 yang berlangsung di Gorontalo pada 20-25 Juni mendatang. Ajang tersebut menjadi ruang perjumpaan ribuan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sektor pangan dari berbagai penjuru Indonesia. Bagi Kutim, keikutsertaan ini bukan semata menghadiri agenda nasional, melainkan membuka jendela yang lebih luas bagi promosi potensi daerah.

Kontingen Kutim akan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mahyunadi. Selama pelaksanaan kegiatan, rombongan daerah itu dijadwalkan mengikuti 21 rangkaian agenda yang mencakup forum musyawarah, temu profesi, promosi komoditas unggulan, hingga peragaan teknologi pertanian mutakhir.

Koordinator Pelaksana dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Bahrunsyah, menegaskan bahwa kehadiran Kutim membawa misi yang lebih luas daripada sekadar seremoni.

“Kontingen Kutim dipimpin Wakil Bupati Mahyunadi siap mengikuti 21 kegiatan selama pelaksanaan KTNA Nasional di Gorontalo,” ujar Bahrunsyah.

Berbagai agenda strategis telah menanti. Mulai dari Rembug Madya dan Rembug Utama, Temu Wicara Nasional bersama sejumlah menteri, hingga Temu Profesi yang mempertemukan berbagai unsur strategis sektor pertanian seperti Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta komunitas Petani Milenial.

Kontingen Kutim juga dijadwalkan mengikuti Temu Sukses Penyuluh, Temu Agribisnis, dan Temu Karya. Pada saat yang sama, peserta akan memperoleh kesempatan menyaksikan berbagai demonstrasi alat dan mesin pertanian modern yang menampilkan perkembangan teknologi terkini untuk meningkatkan produktivitas usaha tani.

Namun, daya tarik utama yang dibawa Kutim ke Gorontalo tidak hanya terletak pada forum-forum tersebut. Daerah ini juga menyiapkan beragam produk unggulan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat. Di antaranya kopi pasak bumi, nanas madu dari Kecamatan Batu Ampar, serta gula aren beserta berbagai produk turunannya yang dihasilkan pelaku UMKM Kecamatan Teluk Pandan.

Di balik komoditas-komoditas itu, tersimpan kisah tentang upaya masyarakat mengolah potensi alam menjadi sumber penghidupan yang bernilai ekonomi. Produk-produk tersebut sekaligus menjadi representasi wajah pertanian dan usaha rakyat yang terus bertumbuh di Kutim.

Lebih jauh, Kutim juga membawa kekayaan yang nilainya melampaui aspek ekonomi semata, yakni sumber daya genetik pertanian lokal. Sebanyak 24 varietas padi ladang akan diperkenalkan kepada publik nasional sebagai bagian dari promosi pangan khas daerah.

Di antara varietas tersebut terdapat Ketan Merah, Lemujan, dan Ketan Tangkup. Jenis-jenis padi ini dikenal memiliki aroma khas, cita rasa gurih, tekstur pulen, serta dibudidayakan secara alami tanpa bahan pengawet. Keberadaannya menjadi penanda bahwa masyarakat Kutim masih memelihara tradisi bertani yang berpijak pada pengetahuan lokal.

Menurut Bahrunsyah, promosi varietas padi lokal menjadi bagian dari ikhtiar menjaga plasma nutfah sekaligus mengenalkan kekayaan pangan daerah kepada masyarakat Indonesia.

“Varietas padi ladang lokal ini merupakan warisan pertanian masyarakat Kutai Timur yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Selain memiliki kualitas yang baik, padi-padi lokal ini juga mencerminkan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun,” jelasnya.

Keikutsertaan Kutim di KTNA Nasional semakin bermakna karena Kelompencapir asal Kutim dipercaya mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam Lomba Asah Terampil Nasional. Amanah tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas sumber daya manusia pertanian daerah yang mampu berkompetisi pada tingkat nasional.

Bagi Pemkab Kutim, KTNA Nasional bukan hanya arena promosi, melainkan wahana membangun jejaring, memperluas akses pasar, serta membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan pelaku UMKM. Pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan inovasi yang berlangsung selama kegiatan diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat pembangunan pertanian daerah.

Pada akhirnya, kehadiran Kutim di Gorontalo menjadi penegasan bahwa pembangunan sektor pangan tidak hanya bertumpu pada teknologi dan produktivitas, tetapi juga pada kemampuan merawat warisan agraris yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Melalui padi ladang lokal, produk unggulan UMKM, serta keterampilan para petaninya, Kutim membawa narasi tentang pertanian yang bertumbuh tanpa tercerabut dari akar tradisinya. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini