Beranda Kutai Timur Wagub Tinjau Lokasi Rencana Pabrik Semen – Tidak Melanggar, Lebih Baik Cepat...

Wagub Tinjau Lokasi Rencana Pabrik Semen – Tidak Melanggar, Lebih Baik Cepat Dibangun

67 views
0

Wagub dan Wabup melihat peta lokasi pembangunan Pabrik Semen.(Foto: Wahyu Humas)

KALIORANG – Rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Hadi Mulyadi pada hari pertama kunjungan kerjanya ke Kutim meninjau lokasi rencana pembangunan Pabrik Semen di Desa Sekerat Kecamatan Bengalon, Senin (22/4/2019). 

Wakil Bupati (Wabup) H Kasmidi Bulang ikut dalam rombongan mendampingi Wagub mewakili Bupati Kutim. Saat itu setelah peninjauan Wagub dan Wabup sepakat bahwa pembangunan pabrik semen segera dipercepat. Demi menunjang perekonomian Kaltim, Kutim dan daerah sekitar. Khususnya masyarakat disekitar Desa Selangkau-Kecamatan Kaliorang dan Desa Sekerat-Kecamatan Bengalon.

Wagub menerangkan pemerintah punya kewajiban untuk memastikan kajian secara ilmiah lewat lembaga-lembaga terkait. Seperti badan geologi dan lain-lain. Jika semua sudah memenuhi syarat, pihak manapun yang tidak mendukung silahkan duduk bersama dan tidak perlu anarkis. Hadi Mulyadi meminta para pihak yang menolak bisa menyampaikan pemikiran, agar bisa menyamakan persepsi.

“Jangan sampai dia (pihak yang menolak) punya maksud berbeda, namun kalau sepakat kita putuskan bersama. Tetapi setiap keputusan itu tidak selamanya menyenangkan semua pihak. (Namun) Kalau ada yang tidak mendukung, selama secara (kajian) ilmiah kita terpenuhi, maka (program) tetap berjalan,” tutur Hadi. “Tidak ada target, tetapi segala sesuatu lebih cepat, lebih baik,” tambahnya.

Dia menegaskan program pembangunan mesti cepat dilaksanakan, apalagi tidak ada suatu regulasi yang dilanggar.

Lokasi Pembangunan Pabrik Semen

Senada, Wabup Kasmidi Bulang mengatakan Pemkab Kutim sudah mengadakan satu forum diskusi bersama para ahli-ahli karst, geologi dan lingkungan bahkan dari kementerian sekalipun. 

“(Diskusi) Ini menjadi jawaban. Kenapa mesti berdebat hanya karena persoalan yang sepenuhnya belum diketahui. Kalau sepanjang tidak merusak lingkungan, tidak merusak ekosistem, tidak merusak cagar budaya, kenapa tidak memberikan peluang (investasi) itu kepada investor untuk membangun daerah kita,” tutupnya. (hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here