Beranda Hukum Kapolres Kutim Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tiga Kecamatan

Kapolres Kutim Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tiga Kecamatan

74 views
0

Foto bersama usai apel kesiapsiagaan karhutla bersama Kapolres Teddy Restiawan.(Foto: Ist)

MUARA WAHAU – Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Teddy Restiawan pimpin gelaran apel kesiapsiagaan karhutla yang melibatkan 3 kecamatan yakni Kongbeng, Muara Wahau, dan Telen. Apel itu dirangkai pula dengan simulasi sedehana menggunakan mobil pemadam kebakaran menampilkan aksi penanggulangan karhutla.

“Kita (harus) mencoba untuk merumuskan langkah-langkah strategis dan rencana-rencana aksi dalam menghadapi bencana asap karhutla,” kata Kapolres dalam arahannya saat apel kesiapsiagaan karhutla di Lapangan Desa Karya Bakti, Muara Wahau, Kamis (19/9/2019).

Kapolres menyampaikan dalam upaya yang dilaksanakan saat ini, salah satunya menyosialisasikan kepada saudara-saudara terutama pada petani. Terkait bahaya membuka lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut menjadi penyebab asap yang berujung dampak negativ pada lingkungan.

“(Seperti) saudara-saudara kita di Provinsi Riau saat ini sangat menderita akibat asap kabut, (bahkan) sudah ada perkiraan 10 orang yang meninggal dunia akibat ISPA. Dan juga masih banyak yang menderita gangguan-gangguan karena asap yang cukup tebal,” tutur Kapolres.

Untuk itu ia mengajak secara bersama-sama kerahkan kemampuan menanggulangi karhutla selama musim kemarau, begitu juga pada masyarakat dapat meningkatkan kesiagaannya. Pihaknya pun menemukan cukup banyak titik panas di Kutim terdiri dari lahan batu bara 20 hektar dan lahan masyarakat umum 250 hektar. Semuannya kurang lebih 265 titik panas yang berada di Kutim sesuai dengan data yang ada.

“Saya apresiasi untuk seluruh pemerintah kecamatan, komponen masyarakat, OPD terkait, dan perusahaan-perusahaan yang cepat tanggap dalam penanggulangan bencana karhutla ini,” tutup Kapolres.

Sekedar diketahui, Apel Kesiapsiagaan Karhutla yang dipimpin Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Restiawan diikuti seluruh unsur musyawarah pemimpin kecamatan (Muspika), para organisasi penanggulangan bencana karhutla serta melibatkan stakeholder disekitar kecamatan. (hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here