Beranda Pemerintahan Usulan Kecamatan Dipastikan Jadi Prioritas – Asal Disampaikan Melalui Musrenbang

Usulan Kecamatan Dipastikan Jadi Prioritas – Asal Disampaikan Melalui Musrenbang

224 views
0

Suasana Musrenbang Kecamatan Karangan. (Foto : Wahyu Pro Kutim)

KARANGAN – Rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan wilayah pesisir yang dipimpin Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar berlanjut ke Kecamatan Karangan. Musrenbang Kecamatan Karangan digelar di BPU Desa Batu Lepoq Bawah, Karangan, Selasa (11/2/2020).

Pada kesempatan itu Ismunandar menyampaikan, musrenbangcam kegiatan yang rutin digelar setiap tahun. Tetapi musrenbang pada tahun ini, segala usulan dari kades dan camat bakal menjadi prioritas utama.

“Karena apabila diusulkan ditengah jalan tidak akan muncul di sistem (tidak diterima). Begitu pula pokok pikiran anggota DPRD, segera diusulkan dalam musrenbang ini,” pinta Ismu, sapaan karib Ismunandar.

Ismu menambahkan, 2020 ini menjadi tahun terakhir (satu periode jabatan bupati) masa kepemimpinan, diamanahi untuk menyusun program pembangunan 2021. Maka dari itu, dia berharap semua program infrastruktur prioritas yang ada di kecamatan Karangan, jika belum selesai harus dilanjutkan dan tuntaskan.

Sementara itu, Camat Karangan Matnuh melihat perkembangan Karangan masih perlu dukungan pembangunan. Maka dari itu mewakili seluruh masyarakat, ia meminta skala prioritas pembangunan adalah infrastruktur dasar. Salah satunya pembangunan kantor camat beserta alun-alun kecamatan Karangan.

“Kami sepakat untuk skala prioritas pembangun alun-alun beserta kantor camat yang baru. Dan terakhir memasukkan usulan perlengkapan TP PKK kecamatan,” kata camat.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kutim Edward Azran menyampaikan di tahun lalu dan seterusnya kerugian finansial itu dalam audit disamakan dengan kesalahan bidang perencanaan. Hal itu merupakan bagian dari kerugian negara. Maka dari itu Bappeda pun telah menyiapkan tiga sistem untuk menginput perencanaan pembangunan.

“Yaitu program Simcan, diharapkan semua usulan yang akan di audit, di input dalam sistem. Jadi semua menjadi akuntabel, terbuka, jelas dan bisa dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

Kedua adalah sistem e-budgeting dan terakhir sistem krisna. Jadi Bappeda Kutim hanya memperhatikan segala usulan yang berasal dari Musrenbang.

Kegiatan itu dihadiri Asisten Pemkesra Suko Buono beserta jajaran ASN eselon 2, 3 dan 4, Ketua DPRD Kutim Ny Hj Encek UR Firgasih beserta jajarannya, Ketua Stiper Kutim Prof Juraemi, unsur koordinasi pimpinan kecamatan, beberapa anggota DPRD Kutim, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga sekitar. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here