Beranda Pendidikan Jauhar Minta Disdik Kutim Pacu Sekolah – Maksimalkan Serapan DAK Fisik

Jauhar Minta Disdik Kutim Pacu Sekolah – Maksimalkan Serapan DAK Fisik

363 views
0

Pjs Bupati Kutim Muhammad Jauhar Effendi, saat membuka Rakor Dana Alokasi Khsusus (DAK) fisik regular dan afirmasi Sub Bidang Pendidikan diruang Meranti, Kantor Bupati (Foto Wahyu Yuli Artanto)

SANGATTA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dana Alokasi Khsusus (DAK) fisik regular dan afirmasi Sub Bidang SD Bidang Pendidikan. Kegiatan yang dihadiri 52 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 18 Kecamatan Kutim ini, dibuka secara resmi Pjs Bupati Kutim Muhammad Jauhar Effendi, diruang Meranti, Kantor Bupati, Rabu (30/9/2020).

“Kita patut bersyukur, karena Pemerintah Pusat memberikan bantuan DAK Fisik ini. DAK fisik hanya diberikan kepada bidang pendidikan dan kesehatan. Tahun 2020 Kaltim di bidang pendidikan mendapat alokasi DAK fisik sebesar Rp 25 miliar. Untuk Kutim sendiri ada 52 sekolah yang mendapatkan DAK fisik,” ungkap Jauhar, mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim ini.

Lebih lanjut, Jauhar mengatakan dalam DAK fisik tersebut ada 10 menu yang bisa dipilih oleh berdasarkan perturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nonor 11 tahun 2020. Misalnya rehap ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, perpustkaan dan lain sebagainya. Yang pelaksanaan sangat bergantung pada kebutuhan sekolah.

“Saya lihat progress serapan (DAK fisik) di Kutim masih ada yang rendah. Saya berharap, Disdik bisa memacu bagi sekolah yang masih rendah ini, agar bisa segera diselesaikan,” tegas Jauhar.

Dalam kesempatan itu Jauhar, menambahkan bahwa pendidikan sangat penting. Maju mundurnya sebuah negara, sangat bergantung pada pendidikan. Sebab, pendidikan inilah yang bisa memutus rantai kemiskinan.

“Kepada kawan-kawan yang di SD, harus punya semangat yang laur biasa, untuk memberikan motivasi kepada anak didiknya. Karena pendidikan dasar inilah yang paling dingat oleh anak. Jangan sampai karena infrastruktur yang kurang baik, lemah semangat merasa tidak bisa bersaing jangan. Semua orang yang dikota itu sebelumnya juga berasal dari kampung,” tuturnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here