Beranda Entertainment Kartinesia, Lukisan dari Kutim “Mejeng” di Gelaran PSLKWPI

Kartinesia, Lukisan dari Kutim “Mejeng” di Gelaran PSLKWPI

139 views
0

Agustin dan karya lukisannya Kartinesia di ajang PSLKWPI Surakarta. Foto: Ist

SURAKARTA – Agustin Panca Wardany, perempuan asal Kutai Timur (Kutim) boleh berbangga hati, karya lukisannya berjudul “Kartinesia” yang ditorehkan dengan media kain kanvas bervolume panjang 100 cm x 65 cm berbalut bahan cat minyak berhasil “mejeng” atau dipamerkan di ajang Pameran Seni Lukis Karya Wanita Pelukis Indonesia (PSLKWPI) bertajuk “Mahakarya Wanita Indonesia 2021, RA Kartini Dalam Dedikasinya Bagi Wanita Indonesia” di Galeri Seni Rupa, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Jalan Ir Sutami Nomor 57, Solo, Surakarta.

Kelolosan karya Agustin, pelukis perempuan yang tinggal di Kabo Jaya – Sangatta (ibu kota Kutim) ini tentunya menjadi kebanggaan daerah. Tak hanya Kutim namun juga Kaltim. Sebab sebelumnya, Agustin harus melalui seleksi ketat dari panitia lewat kuratorial. Setelah dinilai layak, karya lukisnya bergabung dengan 117 lukisan dari 100 pelukis wanita Indonesia sebagai penghormatan untuk RA Kartini yang berlangsung mulai Sabtu (10/4/2021) lalu. Kegiatan yang dibuka secara simbolis oleh Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming hingga penutupan Jumat (16/4/2021) mendatang. 

Bukan pertama kalinya ia mengikuti pameran seni rupa di tingkat nasional, namun ini merupakan yang kesekian kalinya Agustin turut serta dalam pameran nasional. Sebelumnya ia telah berhasil lolos seleksi pada pameran seni rupa dengan tema “Huele” di Ambon yang digelar oleh Dirjen Kebudayaan dan Galeri Nasional Indonesia. Berikutnya Pameran “Gerbang Nusantara” di Badung Bali, Pameran Edu Art di Taman Budaya Yogyakarta, Pameran Besar Seni Rupa di Palangkaraya Kalteng dan masih banyak lagi pameran skala nasional lainya.

Pada kesempatan kali ini Agustin sangat bangga karyanya bisa kembali masuk di level pameran nasional, meski di sela waktu yang serba terhimpit dengan kondisi dan suasana pandemi COVID-19.

“Saya masih bisa berkarya menorehkan lukisan dan fokus ke ajang pameran di Surakarta ini. Minimal satu jam dalam sehari menuangkan ide lukisan dalam bentuk sketsa atau konseptual terlebih dahulu,” ucapnya dalam pesan singkat melalui whatsapp yang diterima Pro Kutim.

Terkait sosok RA Kartini, Agustin juga membeberkan jika tokoh sejarah emansipasi dari Jepara itu sebagai sosok inspirasinya dalam melukis. Menurut dia, Kartini juga seorang seniman. Selain piawai menulis, Kartini membatik, melukis, bermusik dan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan para seniman di Jepara.

Ditambahkan Agustin, ajang pameran ini dapat dilaksanakan secara luring, konsekuensinya adalah para seniman yang hadir serta pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.(hms13/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here