Beranda Infrastruktur Kerja Keras Tim Survei Baseline AMK, Validasi Data di Tengah Banjir

Kerja Keras Tim Survei Baseline AMK, Validasi Data di Tengah Banjir

38 views
0

Tim survei baseline AMK ketika melakukan proses pendataan penerima program hibah AMK dari Kementerian PUPR di tengah banjir. Foto: ist

MUARA ANCALONG – Dari pantauan di instagram account @hibahairminum dari Kementerian PUPR, tim survei baseline program hibah air minum perkotaan (AMK) dalam tahapan verifikasi untuk memvalidasi calon penerima manfaat. Namun, tim terpaksa harus bekerja keras di tengah kondisi banjir, Kamis (3/6/2021) lalu.

Tim konsultan terpaksa berjibaku melakukan survei di tengah kepungan banjir. Wilayah yang terdampak seperti Kecamatan Long Mesangat, Busang, Muara Ancalong hingga Muara Bengkal. Para petugas harus menerobos luapan air sungai yang tingginya mencapai sepinggang orang dewasa.

Kepala PDAM Unit Muara Ancalong Japlus melaporkan jika petugas dari PDAM Tirta Tuah Benua Kutim (TTBK) turut mendampingi tim survei dari pusat di tengah banjir yang mengenangi kawasan pemukiman di wilayah Muara Ancalong.

“Kami ekstra hati-hati saat melakukan pendampingan karena kondisi banjir yang cukup tinggi membuat proses pendataan terhambat. Kita harus menggunakan perahu untuk menyeberang ke lokasi menuju Desa Senyiur di RT 8 serta Desa Kelinjau Ilir di RT 2 dan RT 6,” urainya dalam keterangan pers dilansir dari humas PDAM TTB Kutim.

Japlus menambahkan untuk Desa Senyiur ada 130 calon penerima manfaat. Lalu di Desa Kelinjau Ilir ada 53.

“Waktu pelaksanaan survei baseline telah ditentukan pemerintah pusat. Terbentang di awal Mei hingga Juni 2021. Adapun calon penerima manfaat yang harus disurvei berjumlah 1.565 kepala keluarga (KK). Lokasi itu tersebar di 13 Kecamatan yakni di Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, Muara Wahau, Kongbeng, Bengalon, Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat dan Busang,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM TTB Kutim Suparjan menjelaskan jika timnya saat mendampingi tim pusat tetap mengedepankan safety.

“Ini menjadi tantangan tersendiri, kita bekerja tetap memperhatikan keselamatan kerja. Alhamdulillah, pelaksanaan survei baseline berjalan lancar dan tepat waktu karena sudah ada batas waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Kini pihaknya tinggal menunggu hasil berita acara survei baseline dan surat perintah kerja (SPK) pemasangan keluar. Selanjutnya PDAM TTB Kutim akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Kutim melalui Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda). Termasuk berkomunikasi dengan Central Project Management Unit (CPMU), Provincial Project Management Unit (PPMU), Project Implementation Unit (PIU) hingga Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kaltim.

“Komunikasi terus dilakukan termasuk ke Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana. Karena berita acara kegiatan penting dilaporkan ke sana. Jika terjadi masalah, secara teknis dapat segera diputuskan bersama,” terangnya. (hms13/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here