Beranda Kutai Timur 72 Pelaku Pariwisata Kutim Dilatih Make Up Hingga Desain Busana Batik

72 Pelaku Pariwisata Kutim Dilatih Make Up Hingga Desain Busana Batik

34 views
0

Momen pelatihan make up, hairdo dan hijabdo serta pelatihan fashion design dan design busana batik di Hotel Royal Victoria.(Wa kHedir Pro Kutim)

SANGATTA – Sebanyak 72 orang pelaku wisata di Kutai Timur (Kutim), khususnya Kota Sangatta dan sekitarnya diberi pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kepariwisataan, Selasa (9/11/2021). Yakni pelatihan make up, hairdo dan hijabdo serta pelatihan fashion design dan design busana batik. 

Peserta merupakan perwakilan dari Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Teluk Pandan dan Bengalon. Pelatihan diprakarsai Dinas Pariwsata Kutim selama tiga hari. Sejak 9-11 Oktober 2021 di Hotel Royal Victoria, Sangatta. Mewakili Bupati, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Administrasi Umum dan HAM Roma Malau berkesempatan membuka kegiatan ini. Wakil Ketua I DPRD Kutim Asti Mazar turut menyaksikan prosesi pembukaan.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim Nurullah dalam kesempatan itu mengatakan, pelatihan ini akan menjadi kegiatan yang berlanjut setiap tahun. Sebagai upaya meningkatkan SDM pelaku pariwisata di Kabupaten Kutim.

“Pelatihan ini, juga merupakan kebutuhan masyarakat dalam rangka peningkatan SDM. Dengan ada pelatihan ini, kita bisa membekali pelaku-pelaku pariwisata, untuk bisa membekali diri dalam hal make up,” tutur Nurullah, ditemui awak media disela-sela kegiatan itu. 

Disamping pelatihan make up, juga ada pelatihan design fashion dan design busana batik. Dia berharap melalui pelatihan-pelatihan seperti ini, pelaku pariwisata di Kutim bisa memiliki keterampilan dalam mendesain busana yang baik. Diharapkan nanti bisa meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kita (Kutim) memiliki batik yang ada ciri khasnya, yaitu batik (motif) telapak tangan. Ini yang memang perlu terus dipromosikan. Sehingga, kedepan bisa menjadi andalan juga untuk pariwisata Kutim. Semoga pelatihan ini berjalan dengan baik dan pelaku pariwisata bisa memiliki SDM pariwisata dibidang desain batik dan SDM bidang make up,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Administrasi Umum dan HAM Roma Malau mengatakan, pelatihan ini memang tepat sekali diberikan kepada ibu-ibu. Khususnya dalam meningkatkan SDM para pelaku pariwisata di Kutim. Dengan dibekali keterampilan-keterampilan, tentunya akan menambahkan pengatahuan yang baru bagi ibu-ibu. Bagi diri sendiri maupun untuk usahanya ke depan.  

“Kecantikan tidak hanya melalui keterampilan make up, tetapi inner beauty (kecantikan dari dalam diri). Sesorang dikatakan cantik, apabila juga cantik dari dalam hati. Terutama yang dilihat adalah hatinya, secantik apapun di make up, kalo hati tidak gembira, maka tidak terpancar kecantikannya. Disanalah nilai-nilai kecantikan yang sangat luar biasa,” tutur mantan Kepala Dinas Pendidikan Kutim tersebut. 

Dengan adanya pelatihan ini sambung Roma, akan bisa menambah keterampilan make up bagi para ibu-ibu. Selain cantik, juga akan bisa meningkatkan pendapatan keluarga, apabila sudah mahir dibidangnya. 

Ditempat yang sama, Kasi Promosi Budaya Dan Pariwisata Dinas Pariwisata, Yunitha Ronting menambahkan acara yang berlangsung dua hari ini akan menyajikan pelatihan make dan hairdo. Begitu juga untuk pelatihan fashion design dan disign busana batik. 

Instruktur dalam pelatihan makeup artis dari Balikpapan yang sudah ada lisensinya. Menggandeng beberapa brand seperti Inez dan Nuskin. Sedangkan untuk fashion design adalah Kaltim Wahyu Rahman, Designer Busana dari Samarinda.

“Mereka akan dilatih, bagaimana membuat pola, menggambar atau mendesain. Juga aplikasi payet-payet (memasang aksesoris pakaian) atau memasang manik-manik pada busana, setelah menjadi baju, agar lebih cantik,” ucapnya. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here